5 Jan 2019 23:00

Berbagi Ala Komunitas Musisi

Berbagi Ala Komunitas Musisi

Kaganga.com, Palembang - Solidaritas seolah - olah memanggil mereka, para komunitas musisi dan komunitas pecinta musik di Palembang setelah mendengar kabar gempa dan tsunami menerjang Lampung dan Banten. Berjejaring menjalin komunikasi antar komunitas terbangun guna membahas solidaritas sebagai reaksi cepat tanggap dari mereka.


Mereka terdiri dari berbagai komunitas, diantaranya Slanker Fans Club Palembang, Jamers Palembang, Bipers Palembang, Kawan Lamo, serta masih banyak komunitas lain yang mulai merapatkan diri. Agar tidak ada gesekan dari komunitas perihal jati diri mereka, akhirnya mereka menyebut diri mereka sebagai Palembang Charity Community (PCC).


Dalam agenda awal, PCC membuat panggung hiburan di kawasan Pedestrian Sudirman (29/12/18). Di agenda yang bertajuk "Wong Kito Berbagi Raso", cukup menyita perhatian pengunjung kawasan tersebut. Pasalnya, agenda tersebut menyuguhkan tontonan yang pantas diapresiasi. Di antaranya, musik dan teater.


Di segmen musik, banyak band lokal yang terlibat dalam agenda ini. Menariknya, band yang tampil tidak ada satupun yang dibayar dari pihak penyelenggara. Mereka dengan suka cita tampil dengan niat berbagi.  Beberapa band yang tampil yaitu, Fajar Brothers, T.B.C, Badas Predator, Ras Adam dan Black Joker.


Menurut salah satu perwakilan PCC, ketua Slankers Fans Club Palembang, Fajar menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan salah bentuk kepedulian kita sebagai manusia sekaligus sabagai saudara sebangsa dan setanah air.


"Ini bentuk dan bukti kalau kita saling peduli, karena kita semua bersaudara," ucapnya kepada Kaganga.com via telpon, Sabtu (5/1/2019).


Fajar mengungkapkan banyak terima kasih kepada beberapa komunitas yang terlibat serta pengunjung dan donatur yang rela dan ikhlas berbagi di agenda tersebut.


"Kami mengucapkan banyak terima kasih buat teman - teman komunitas yang terlibat, serta semua pihak yang ikut membantu jalannya agenda solidaritas ini," ujarnya.


Fajar juga menambahkan agenda tersebut tidak hanya dilakukan di satu titik saja, agenda tersebut dilakukan hingga tanggal 12 Januari 2019. Agenda berawal dari kawasan Pedestrian, dilaksankan pada tanggal 29 Desember 2018, kemudian dilanjutkan kembali di Rajo Tentro Cafe tanggal 5 Januari 2019 hingga agenda terakhir dilakukan di kawasan Pedestrian pada tanggal 12 Januari 2019 nanti.


"Agenda berlangsung hingga tanggal 12 Januari 2019 nanti. Jadi tidak hanya di satu tempat saja, tentu band - band yang terlibat berbeda sesuai tempatnya," ujar Fajar.


T.B.C merupakan salah satu band yang ikut berpatisipasi dalam agenda awal PCC di kawasan Pedestrian, mengatakan bahwa agenda tersebut merupakan reaksi aktif dari teman - teman komunitas, band - band yang terlibat, serta elemen - elemen lain yang turut membantu.


"Kami senang sekali bisa ikut berbagi, untuk memberi lebih kami belum bisa, mungkin dengan ini kami berbagi. Agenda ini wujud reaksi aktif dari warga Palembang, baik komunitas, musisi dan sebagainya," ucap Oko, gitaris T.B.C.


Setelah agenda terakhir dilaksanakan, bantuan akan diserahkan langsung kepada korban bencana alam di Banten. Beberapa perwakilan komunitas ikut memberikan bantuan secara langsung kepada korban. Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang yang terlibat secara inten namun tidak ingin namanya disebutkan.


"Nanti kita akan berangkat ke sana untuk memberikan bantuan secara langsung kepada korban gempa dan tsunami di Banten," tandasnya.


Caption : T.B.C saat perform di agenda PCC di kawasan Pedestrian Sudirman

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : berbagi komunitas musisi

Komentar