17 Des 2018 21:30

"Ketoprak" Yang Sama Sekali Tidak Lucu

Aksi Panggung "Ketoprak" (ist)

Kaganga.com, Palembang - Jika bicara ketoprak, maka kita akan tertuju pada hal yang konyol dan lucu. Tapi tidak kali ini, Ketoprak yang satu ini adalah band lokal Palembang yang juga sudah merambah di kancah musik independent nasional.  Band yang beraliran Technical Death Metal ini dipunggawai oleh Madon (vocal), Rudy (Gitar), Feby (Bass) dan Kiki (Drum). Sama seperti band - band pada umumnya, pergantian personel juga dialami Ketoprak. 

Ketoprak terbentuk pada tahun 1999. Dari awal terbentuknya Ketoprak, para personelnya konsisten untuk memainkan musik ekstrem metal, yaitu technical death metal.  Di Indonesia sendiri, nama Dead Squad masih identik dengan Death Metalnya Indonesia. Namun tidak kalah garangnya, Ketoprak pun masuk dalam hitungan band - band death metal tanah air lainnya.  Banyak perhelatan musik metal yang sudah dijajaki Ketoprak, salah satunya Indonesia Death Fest yang diadakan baru - baru ini di Jakarta.  Di kalangan musisi Palembang sendiri, nama Ketoprak tidak asing lagi terdengar. 

Menurut Sugeng, salah satu musisi metal Palembang, Ketoprak merupakan band yang sangat garang untuk ukuran death metal.  "Ketoprak musiknya kencang sekali, teknik mereka juga di atas rata-rata, musik mereka garang sekali dibanding band - band death metal lainnya," ucapnya. 

Sugeng juga mengomentari Ketoprak sebagai nama band yang mereka pilih.  "Namanya seperti main - main, tapi mainnya sangat serius, ini Ketoprak yang tidak lucu," terangnya. 

Ketoprak sendiri cukup mewakili anak muda, khususnya pecinta musik metal. Karya - karya mereka sangat dikagumi.  Hal ini diperjelas Ucok, salah satu pelaku musik yang masih belia. Ucok mengatakan musik Ketoprak penuh tekhnik dan sangat mengena ke selera anak muda.  "Mereka memang band lama, tapi inovatif. Artinya, band ini terus menggali potensi mereka masing - masing tanpa menghilangkan benang merahnya, ucap Ucok. 

Ucok juga menambahkan, satu - satunya band death metal yang nama bandnya tidak sangar adalah Ketoprak.  "Orang boleh ketawa dengar nama Ketoprak ketika MC memanggil mereka, tapi mereka akan gila ketika melihat mereka memainkan metalnya," tegas Ucok. 

Decak kagum pun dilontarkan dari musisi senior asal Palembang, Opik (Rongsokan/eks.Tengkorak) mengatakan Ketoprak adalah band death metal satu - satunya yang masih tetap berkarya.  "Kalau bicara death metal tentu arahnya Ketoprak. Karena band death metal  yang eksistensinya masih diperhitungkan hingga saat ini adalah mereka. Dulu memang ada banyak band seperti mereka, diantaranya Kremator Corps, Barbar dan lain - lain, tapi hilang dengan sendirinya," ucapnya. 

Opik juga menjelaskan bahwa Ketoprak menawarkan musik death metal secara modern. Banyak genre musik yang mereka kemas di dalam karya mereka tanpa menghilangkan benang merah death metalnya.  "Death metal Ketoprak tentu modern death metal. Mereka juga sudah main di event - event ternama di tanah air. Individual skill mereka juga di atas rata - rata," tegas Opik. 

Berbagai pujian pun disematkan untuk mereka pasca membakar Jakarta di Indonesia Death Metal beberapa bulan lalu. Karena tidak sembarang band bisa tampil di perhelatan tersebut.  Ketoprak pun menunjukkan kelasnya, mengingat memainkan musik death metal harus ditunjang dengan skill yang mumpuni. Rudy, sebagai gitaris dan seorang guru gitar, dia menunjukkan kapasistasnya di atas panggung. Mulai dari skill sampai kualitas sound yang pas pun ia geber demi mendapatkan harmoni di musik Ketoprak.  Beberapa bulan kedepan, Ketoprak mencoba untuk rehat sejenak main di luar Palembang. Hal ini disebabkan mereka harus menyelesaikan rekaman album perdana mereka.  "Kami sudah masuk ke materi ketiga, jadi fokus dulu untuk rekaman," ujar Rudi. 

Dengan adanya beberapa band - band asal Palembang yang tampil di perhelatan musik nasional maupun internasional, bisa membangkitkan semangat bermusik untuk anak-anak muda di Kota Palembang.  Grace (Just Mustang band), musisi kawakan dan pengamat musik independent ternama asal Jogjakarta ini mengatakan musisi Palembang tidak bisa diremehkan lagi. Ada banyak band - band Palembang yang singgah ke kota lain, baik event festival maupun tour mandiri.  "Palembang punya ((Auman)) yang pernah main di acara Bandung Berisik dan Rock In Solo, ada T.B.C yang main di International RockNRoll Nite di Semarang, ada Ketoprak yang muncul di Indonesia Death Fest, Bulungan Jakarta dan saya tidak tahu band macam apalagi yang akan muncul dari Palembang," ungkapnya.

Grace pun menegaskan Palembang bukan sisi yang terisolasi untuk musisi berkarya. Semampu apa band Palembang bersaing, sebisa itu pula akan terlihat hasilnya.  "Kalau bicara warna, musisi Palembang mempunyai banyak warna musik yang beragam. Mereka juga mampu disejajarkan dengan band - band besar lainnya di Indonesia. Selagi mereka masih mau berkarya, saat itu pula mereka akan sering terlihat," ujarnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Ketoprak Band

Komentar