4 Ags 2019 23:30

Sriwijaya Berisik II Kembali Hadirkan Band-Band "Ekstreem" Berbahaya Di Palembang

Sriwijaya Berisik II Kembali Hadirkan Band-Band

Kaganga.com, Palembang - Setelah dua tahun tidak berkelanjutan, show musik lokal yang paling ditunggu di Palembang akhirnya digelar. Sriwijaya Berisik Vol II, sukses membuat anak muda berkumpul dalam moshpit di Area 51 painball, Minggu (4/8/2019) Malam. Sejumlah penonton mengatakan apinya musik ekstreem hidup kembali dengan mendatangkan band-band berbahaya.

Sriwijaya Berisik merupakan agenda musik ektreem berkala yang diselenggarakan oleh dan untuk pecinta musik ekstreem, baik metal, hardcore punk maupun industrial di Palembang.

Sebelumnya Sriwijaya Berisik pertama diadakan di tahun 2017 tepatnya di bumi perkemahan Candika Palembang. Di agenda awal, Sriwijaya Berisik cukup membius kawula muda Palembang. Beberapa band pengusung musik hingar bingar pun turut andil dalam show tersebut.

Tak kalah serunya dengan agenda sebelumnya, Sriwijaya Berisik II kali ini menyajikan beberapa band yang cukup terkenal di kalangan lokal Palembang maupun di kancah nasional.

Rongsokan, Ketoprak, Badass Predator, Malam Satu Suro, Kantong Si Mayit dan masih banyak lagi band yang membuat api dalam gigs tersebut seakan tak pernah padam. Penonton pun seolah terbakar di tengah lantai dansa ketika band idola mereka mulai beraksi.

Dalam show tersebut, Kaganga.com.diberi kesempatan untuk wawancara langsung dengan beberapa musisi pengusung musik ektreem di Palembang.

Malam Satu Suro, band pentolan sekaligus pionir Black Metal di tanah Sumatera ini memberikan alasan keikutsertaan mereka dalam pagelaran musik yang non mainstream tersebut.

"Inilah tempat seharusnya kami dan teman - teman menikmati musik. Kami juga berterima kasih untuk teman - teman yang datang dan membeli tiket", ucap Sugeng sang vocalis.

Patut diacungi jempol, band yang sudah melewati dua dekade ini masih atraktif di atas panggung. Dengan dandanan bak setan serta musik yang horor atau riff khas black metal membuat penonton berdecak kagum.

Di pagelaran Sriwijaya Berisik II ini juga menghadirkan band - band berkelas yang cukup di segani di kancah musik Indonesia. Seperti halnya Ketoprak, band pengusung technical death metal ini pun turut menyajikan musik khas ala mereka.

Dari lagu pertama hingga di akhir pertunjukan, band yang tersisa tinggal dua orang ini terus mengalunkan musiknya dengan tempo cepat. Lalu reaksi aktif penonton terlihat dengan menggerakkan badan secara liar di lantai dansa atau sering disebut juga moshing atau pogo.

Di kalangan metal tanah air, nama Ketoprak tidak asing terdengar. Beberapa event berskala nasional pun turut mereka sambangi. Salah satunya yakni Indonesia Death Fest.

Madhon, laki-laki berkepala botak yang berada di posisi  front man Ketoprak ini, begitu antusias dalam pagelaran musik ekstreem tersebut. Keterlibatan dirinya secara individual begitu banyak andil dalam pagelaran itu.

"Acara ini untuk memajukan musik Palembang khususnya. Sengaja kami mengajak band-band yang gila untuk memantik anak muda untuk berkumpul", jelasnya.

Selanjutnya dari sisi yang sedikit berseberangan secara genre dan filosofi musik, Rongsokan hadir dengan musik grindcore yang dibalut semangat Punk. Dari beberapa lagu yang diiusung mereka langsung direspon penonton bak serigala yang menyeringai di bawah panggung.

Menurut salah satu penonton sekaligus musisi muda, Sulaiman Amran, acara musik ini membakar semangat kawula muda Palembang untuk bermusik lagi.

"Kami jadi tidak ragu untuk main musik apapun sesuka kami. Tidak ada aturan yang baku dan tentunya kami bisa mencontoh band senior yang main di sini", jelasnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Band Lokal musik

Komentar