6 Mei 2017 19:25 | 143

Budaya Membaca Kitab Kuning Perlu Dilestarikan

Budaya Membaca Kitab Kuning Perlu Dilestarikan

Kaganga.com, Palembang - Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Sumsel yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, KH Muhammad Mudarris menilai saat ini sudah sangat sedikit santri ponpes yang bisa membaca kitab kuning. Hal ini dikarenakan perkembangan zaman membuat budaya membaca kitab kuning semakin memudar di kalangan santri pada khususnya.

Hal ini disampaikan KH Muhammad Mudarris dalam sambutannya di Acara Semifinal Musabaqah Kitab Kuning (MKK) tingkat Provinsi di Asrama Haji Palembang, Sabtu (6/5) sore.

Oleh karena itu, kata dia, acara musabaqah kitab kuning ini sangat perlu dilakukan dan diagendakan setiap tahun agar budaya membaca kitab kuning ini bisa tetap dilestarikan.

"Sebenarnya kitab kuning ini sama dengan Al Quran pada umumnya, hanya saja di Kitab Kuning tidak ada tanda baca, jadi pembaca membaca huruf arab gundul. Dari ratusan ponpes di Sumsel ini, mungkin tidak lebih dari 20 persen santri yang dapat membaca kitab kuning ini. Maka dari itu, acara seperti ini harus terus dilakukan," harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Acara Musabaqah Kitab Kuning (MKK) Tingkat Provinsi, Antoni Yuzar mengatakan, sebelum sampai pada semifinal sudah dilakukan seleksi di 16 Kabupaten Kota di Sumsel.

"Hari ini kita sudah masuk semifinal, pelaksanaan lombanya kita lakukan dua hari saja. Setelah ini, untuk juara 1 putra putri akan dibawa untuk mengikuti MKK di tingkat nasional," ujar Politisi PKB ini.

Untuk teknis penilaian, kata dia, semua diserahkan dengan 16 dewan juri yang terdiri dari Kiyai Ponpes dan PWNU Sumsel untuk menentukan siapa yang akan mewakili Sumsel dalam perebutan juara di tingkat nasional.

"Untuk tingkatan ini terdapat dua lomba, yakni Qiroatul Kitab Fathul Qorib dan Hifzul (hafalan) Nadhom Imriti. Lalu, untuk tingkatan Ulya, lomba baca Kitab Ihya Ulumuddin dan Hifzu nNdhom Alfiah Ibnu Malik. Di semifinal ini sudah ada 16 wasit siap menilai peserta yang kurang lebih berjumlah 250 terdiri dari 148 peserta dari tingkaan Ula dan 96 peserta dari tingkatan Ulya." imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua DPW PKB Sumael, Ramlan Holdan mengatakan gelaran MKK ini merupakan bagian dari kepedulian PKB untuk melestarikan khzanah di Ponpes.

"Kita lombakan untuk membangkitkan bahwa kitab kuning ini ada dan terus dipakai sebagai bagian pendidikan," ujarnya.

Mengenai hadiah, kata Ramlan, akan mendapatkan uang pembinaan dan diberangkatkan ke Jakarta oleh PKB guna memperebutkan juara 1,2 dan 3 nasional. Untuk kategori qiraatul qutub dan hufzu nadhom baik putera maupun puteri yaitu juara 1 mendapatkam hadiah Rp10 juta, umroh dan pembinaan. Lalu, biaya pendidikan Rp20 juta (juara II) dan biaya pendidikan (Rp15 juta).

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Roy JM

Tag : Kitab Kuning

Komentar