3 Jul 2019 22:05

Delegasi ASEAN Belajar Sejarah Palembang

Delegasi ASEAN Belajar Sejarah Palembang

Kaganga.com, Palembang - Palembang kedatangan tamu kehormatan dari negara-negara ASEAN. Para tamu tersebut merupakan duta negara-negara ASEAN.

Dalam kunjungan pertamanya, mereka  berkunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Rabu (3/7/2019).

Salah satu tujuan mereka mengunjungi Palembang yakni, melihat dan mengetahui latar belakang sejarah Palembang sebagai kota tertua di Indonesia serta pengaruhya terhadap kawasan Asia Tenggara.

Para delegasi tersebut, yakni, Kasmalati Dato Kassem (Brunei), Ade Patmo Sarwono (Indonesia), Ekkapab (Laos), Sharifah Norhana Aywd Mustafa (Malaysia), Min Lwin (Myanmar), Noel Sarrignan (Philipina), Kok Li Pong (Singapura) dan Ran Duc Binh (Vietnam) dan Phasporn Sangasubana (Thailand).

Dalam kunjungan tersebut, para delegasi terlihat sangat antusias melihat koleksi Museum SMB II, seperti koin-koin dan prasasti zaman Kerajaan Sriwijaya, senjata peninggalan Kesultanan Darussalam serta koleksi lukisan peperangan masa kolonial Belanda.

Phasporn Sangasubana, delegasi asal Thailand mengakui dirinya baru pertama kali berkunjung ke Palembang. Dirinya juga merasa takjub akan budaya yang ada di Palembang.

"Ini merupakan kunjungan pertama kali bagi saya yang begitu singkat sebenarnya. Jujur, saya baru mengetahui tentang Kota Palembang setelah perhelatan Asian Games 2018," kata Phasporn Sangasubana, asal Thailand.

Phasporn mengatakan budaya Palembang dan sejarahnya menarik untuk dipelajari, terutama hubungannya dengan negara-negara lain di ASEAN, yang menjadi kekuasaan Palembang di zaman Kerajaan Sriwijaya. 

Phasporn juga menambahkan, Kota Palembang sekarang jadi lokasi kunjungan favorit pasca Asian Games 2018. Hal itu dimungkinkan karena banyak informasi menarik yang ikut tersebar seiring meningkatnya pemberitaan mengenai Palembang.

"Kota ini cantik dan bagus, saya berharap bisa ke sini lain hari", ujarnya.

Phasporn dan delegasi lain berada di Kota Palembang dalam rangka 'Meeting Connectivity', yakni membicarakan hubungan antar negara dari segi fisik maupun hubungan kemasyarakatan yang bertujuan membuat penduduk ASEAN bersatu.

Sementara itu, Hilman, staff Kementerian Luar Negeri yang mendampingi para delegasi, mengatakan, Kota Palembang dipilih menjadi tujuan 'Meeting Connectivity' karena pembangunan infrastrukturnya yang pesat.

"Kunjungan para delegasi ingin melihat fasilitas infrastruktur Kota Palembang atas kesuksesan menjadi tuan rumah Asian Games,” ujar Hilman.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Budaya Palembang ASEAN

Komentar