9 Jul 2018 21:50 | 40

Disbudpar Ingatkan Pelaku Usaha Tingkatkan Fasilitas Homestay

Disbudpar Ingatkan Pelaku Usaha Tingkatkan Fasilitas Homestay

Kaganga.com – Perkembangan homestay di Palembang untuk mendukung sektor pariwisata masih belum berjalan maksimal. Saat ini, baru terdaftar 28 homestay di Palembang. Namun, baik dari sisi kualitas dan pelayanan masih belum seragam dan butuh sentuhan dari pemerintah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumsel, Irene Camelyn Sinaga mengatakan pengusaha homestay di Palembang harus mengambil peluang dihelatnya pesta olahraga Asian Games 2018. Dimana kebutuhan penginapan bagi atlit, official peserta Asian Games serta penonton dan wisatawan mengalami peningkatan.

“Jumlah kamar hotel di Palembang yang mencapai 6400 kamar kurang mengakomodir kebutuhan. Semuanya full dibooking kontingen Asian Games dari berbagai negara. Untuk tamu undangan serta wisatawan sudah kesulitan untuk membooking kamar. Nah, peluang ini harusnya bisa ditangkap oleh pelaku industri homestay,” ujar Irene saat membuka Workshop Pengelolaan Homestay, di Excelton Hotel, kemarin (9/7).

Asian Games 2018, sambung Irene, akan menyedot belasan ribu wisatawan ke Palembang. Ada lebih dari 1500 media, 4500 atlit dan penonton dari seluruh negara peserta Asian Games akan hadir di Palembang. Bahkan, sejumlah penerbangan dari dan menuju Palembang saat ini sudah sulit didapatkan. “Jadi jangan hanya hotel saja yang kebagian rezeki. Seat penumpang saja yang penuh. Tapi juga homestay yang pemiliknya merupakan warga lokal bisa mendapat manfaat dari Asian Games. Makanya, kami gelar workshop ini agar pengelola homestay mendapatkan gambaran bagaimana mengelola homestay yang baik,” katanya.

Kementerian Pariwisata juga saat ini tengah menggalakkan Nomadic Tourism. Dimana, tenda, minivan dan alat transportasi lainnya disulap menjadi tempat menginap semi permanen. Nomadic Tourism ini nantimnya bisa mengalahkan hotel, penginapan dan homestay lantaran biaya yang dikeluarkan oleh konsumen sangat murah.

“Nomadic Tourism sendiri sudah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia. Asian Games juga akan menerapkan konsep yang sama. Nantinya, ada sekitar 50 kamar yang berdiri di lahan satu hektar yang ada di Dekranasda,” ucapnya.

Kelanjutannya setelah Asian Games, Nomadic Tourism tidak hanya akan diterapkan di Palembang tapi juga Pagaralam. Agar mudah menjangkau tempat wisata yang letaknya jauh dari penginapan. Dijelaskan Irene, konsep Nomadic Tourism ini merupakan terobosan baru di dunia pariwisata. “Seperti aplikasi pemesanan tiket dan hotel yang mengalahkan travel agent. Jadi kami harap, pelaku industri bisa berlomba memberikan pelayanan dan sajian menarik di homestay yang dikelolanya,” bebernya.

Sementara itu, Widya Iswara Kementerian Pariwisata, Suwanto mengatakan keberadaan homestay sangat vital saat Asian Games lantaran kebutuhan tempat menginap saat gelaran sangat tinggi dan kurang bisa ditampung oleh ketersediaan kamar hotel. “Hotel bisa saja kurang sehingga solusinya homestay. Tapi, standar pelayanan dan fasilitasnya harus ditingkatkan. Seperti kondisi kamar, kenyamanan kasur, kebersihan toilet dan sebagainya harus menjadi perhatian pengelola,” pungkasnya.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Homestay Pariwisata Sumsel

Komentar