6 Des 2020 19:55

Lestarikan Peninggalan Sejarah Gubernur Resmi Buka Road To Siguntang Fest

Lestarikan Peninggalan Sejarah Gubernur Resmi Buka Road To Siguntang Fest

Kaganga.com, Palembang - Bukit Siguntang harusnya memiliki event khusus di setiap tahun agar tempat bersejarah tersebut tak hanya terkenal dengan Sakralnya, melainkan juga menjadi tempat wajib dikunjungi oleh seluruh lapisan masyarakat Sumsel karena merupakan warisan dari leluhur masyarakat provinsi Sumsel Khususnya Kota Palembang.

Hal ini disampaikan Gubernur Sumsel Herman Deru saat resmi membuka Road to Siguntang Fest 2021. Katanya, diadakannya acara seperti ini di Bukit Siguntang karena di agenda sering menyebutkan Bukit Siguntang. Tapi sayangnya tidak diadakan acara di Siguntang. Maka untuk memantiknya akan sering diadakan acara di Bukit Siguntang ini.

"Kita jaga kelestariannya, keasriannya dan tetap dijaga kesakralannya. Ini merupakan yang pertama dan mudah-mudahan akan terus diadakan. Jangan jadikan alasan Covid-19 untuk tidak berbuat," katanya, Minggu (6/15).

Lanjut Deru, event seperti Siguntang patutnya selalu di selenggarakan. Terutama didalam event tersebut menampilkan beragam kebudayaan provinsi Sumsel, mulai dari teater, puisi, tari, bahkan sampai dengan permainan anak - anak tradisional.

"Siguntang Fest ini diadakan di alam terbuka, anak-anak bisa bermain mainan tradisional dan lain-lain. Kegiatan seperti ini bisa mematik imajinasi anak-anak. Filosofi olahraga itu bergerak agar anak-anak tumbuh normal. Berbagai permainan tradisional ada di sini seperti cak ingkling, karet yeye, tangkupan dan lain-lain," ungkapnya.

Ditempat yang sama, kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal menambahkan jika, bahwa kegiatan ini akan menjadi Kor Event Bukit Siguntang.

Ketanya, sesuai harapan gubernur Sumsel agar Bukit Siguntang tidak hanya terlihat Angker makan diselenggarakan berbagai macam acara. Seperti baca puisi, tari, teataer sampai permainan anak. Namun, semua ini tidak akan merusak inti dari bukit Siguntang yang merupakan tempat Makam leluhur.

"Sesuai dengan harapan Gubernur, supaya kawasan Bukit Siguntang ini tidak terlihat angker maka diadakanlah berbagai acara ini. Namun Kita tetap menghargai makam-makam yang ada di sini," kata Aufa.

Ia menjelaskan, bahwa kawasan Siguntang ini ada tiga zona, pertama kawasan inti, zona penyangga dan zona pengembangan. Nah yang digunakan ini kawasan zona pengembangan jadi tidak merusak zona inti.

"Harapan kita Siguntang tidak hanya jadi destinasi wisata sejarah tapi juga wisata alam, dan edukasi sejarah. Yang pada akhirnya Siguntang ini jadi tempat yang menarik untuk dikunjungi," pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Bukit Siguntang

Komentar