11 Apr 2020 19:55

Pasca Corona, Industri Pariwisata Diminta Tetap Bertahan

Pasca Corona, Industri Pariwisata Diminta Tetap Bertahan

Kaganga.com,Palembang - Sebagai salah satu sektor yang paling terdampak wabah Covid-19, industri pariwisata diminta untuk tetap bertahan. Reaksi berantai atau efek domino pun terjadi pada sektor-sektor penunjang pariwisata, seperti hotel dan restoran maupun pengusaha retail.

Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, bagi industri pariwisata yang bisa dilakukan saat sekarang adalah survival ditengah wabah ini.

"Bukan cuma di kita, se-Indonesia bahkan dunia sektor pariwisatanya pasti terpuruk. Karena wabah ini sangat bertolak belakang dengan sifat pariwisata yang identik dengan keramaian," kata Isnaini.

Dengan tutupnya sejumlah hotel sementara waktu tentu akan mempengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Palembang.

Menyikapi hal itu, Isnaini menegaskan pihaknya tidak menyiapkan ada strategi lebih lanjut untuk mengejar target kunjungan wisatawan tahun 2020 yang mungkin sempat tersendat akibat wabah ini. Serta tetap optimis dengan target kunjungan wisatawan tahun ini tercapai.

Selain itu Dispar Palembang bersama PHRI Sumsel telah berkoordinasi untuk memberikan solusi alternatif bagi perhotelan untuk menerapkan paket menginap murah selama 14 hari.

"Stay At Hotel, ini bisa saja dilakukan oleh hotel-hotel sebagai solusi dari penurunan okupansi. Cara ini telah banyak dilakukan oleh hotel-hotel di kota lain, dengan memasang tarif murah menginap bisa 7 hari bisa 14 hari," ujarnya.

Sebelumnya, Dinas Pariwisata kota Palembang memasang target 2,2 juta wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Selama wabah ini masih berlangsung ia berharap semua pelaku industri pariwisata tetap bertahan.

"Sementara ini kita harapkan industri pariwisata bisa survival dulu lah. Karena ini adalah wabah jadi kita tak bisa berbuat banyak. Kami hanya mengimbau mereka (industri pariwisata dan hotel) membuat promo yang mendukung program pemerintah,"pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pariwisata Sumsel Corona virus

Komentar