9 Ags 2018 22:10 | 32

Pelestarian Peninggalan Sejarah Perlu Peran Semua Elemen

Pelestarian Peninggalan Sejarah Perlu Peran Semua Elemen

Kaganga.com, Palembang - Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , Drs Budi Wiyana mengatakan, kalau sudah sejak dulu peninggalan Kerajaan Sriwijaya terutama di Palembang kondisinya banyak tidak utuh.

“Banyak laporan Belanda misalnya para pejabat dan peneliti datang membuat laporan dan melaporkan kondisinya sudah tidak utuh, Cuma kondisi sekarang lebih parah lagi seperti dulu tinggal 20 persen , sekarang tinggal 2,5 persen, “ katanya beberapa waktu lalu.

Apalagi dulu orang tidak membuat pemukiman sekitar peninggalan Kerajaan Sriwijaya sekarang dibuat pemukiman.

“ Juga faktor orang melihat lahan peninggalan Kerajaan Sriwijaya tidak bertuan lalu di manfaatkan, contoh di Bukit Siguntang sebelum tahun 1950 an banyak bata kuno, orang bangun , ambil bata dari situ, juga faktor pembangunan yang tidak sesuai dengan prosedur termasuk pemerintah juga , “ katanya.

Dan dalam ilmu arkeologi , keaslian itu menjadi nomor satu dan tidak bisa merekayasa , contoh jika peninggalan itu tinggal 10 persen , mau dijadikan 100 persen tidak bisa , maksimal yang bisa dikembangkan yang 10 persen itu.

“Misalnya harus di tambah lagi, itu bisa , seperti kasus di Prambanan dan Borobudur, itu sebetulnya dia tidak 100 persen bener pada waktu itu ditemukan tinggal 90 persen , yang 10 persen bisa di tambahi karena dia ada gambar dan bisa di rekonstruksi tapi yang 10 persen itu dikasih tanda ini baru, bukan asli, itu boleh, tapi disini bener-bener tinggal 10 persen,” katanya.

Untuk kesadaran pengetahuan mengenai tinggalan harus dilakukan, salah satu sosialisasi yang dilakukan pihaknya dengan pihak sekolah.

“Itu tidak bisa dilakukan balai arkeologi sendiri tapi juga melibatkan masyarakat, pemerintah setempat baik provinsi dan kabupaten kota mereka harus aktip , kalau dikerjakan sama-sama gaungnya kedengaran tapi kalau dikerjakan parsial tidak berhasil,” katanya.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Budaya Sriwijaya

Komentar