5 Feb 2020 19:10

Perayaan Cap Go Meh di Kampung Kapitan, Isnaini : Bukan Sekedar Tentang Sejarah

Perayaan Cap Go Meh di Kampung Kapitan, Isnaini : Bukan Sekedar Tentang Sejarah

Kaganga.com, Palembang - Kampung Kapitan Palembang adalah salah satu tempat yang ikut merayakan Festival Cap Go Meh. Berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 5-7 Februari 2020, di Kampung Kapitan Palembang banyak menghadirkan rangkaian acara tradisi-tradisi Tionghoa. Tak hanya warga Tionghoa lokal, masyrakat umum pun bisa menikmati festival itu.

Berlokasi di Jalan KH Azhari, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 Palembang, Festival Cap Go Meh di Kampung Kapitan menjadi tanda bukti bahwa budaya Tionghoa masih sangat kuat pelesatriannya.

"Cap Go Meh berarti perayaan hari ke 15 yaitu puncaknya perayaan imlek. Dari dialek Hokkien Cap Go Meh adalah Cap artinya 10 go adalah 15 dan meh berarti malam," kata Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Isnaini Madani usai menghadiri Festival Cap Go Meh, Rabu (05/02/2020).

Bagi keturunan Tionghoa Indonesia, perayaan Cap Go Meh menjadi hari besar dan tradisi tahunanan. Selain untuk berdoa mengingat leluhur, Cap Go Meh juga menjadi ajang wisatawan mengunjungi lokasi festival perayaan puncak tahun baru imlek tersebut.

"Maka itu, malam perayaan hari ke 15 dalam budaya Tionghoa ini merupakan perkenalan budaya mereka ke masyarakat umum, dan seharusnya mengajarkan nilai toleransi untuk seluruh warga yang juga bukan keturunan Tionghoa," ungkapnya.

Menurut Isnaini, selain perayaan Cap Go Meh ini juga memperkenalkan budaya. Kegiatan ini juga merupakan wajah tradisi asli keturunan Tionghoa sejak 2.000 tahun lalu dari zaman Dinasti Han pada tahun 206 Sebelum Masehi sampai tahun ke 25 Masehi.

"Bukan sekedar tentang sejarah, Festival Cap Go Meh Kampung Kapitan Palembang juga diramaikan berbagai hiburan lain, yakni pameran kuliner, dan barang antik, lomba membuat lampion, souvenir berbahan daur ulang bahan bekas, lagu mandarin, photobooth, penampilan tradisional barongsai, wushu dan, dan kopi-tan corner,"jelasnya

Isnanini mengungkapkan, dengan penyelenggaraan Festival Cap Go Meh, wisatawan masuk ke Palembang mengalami peningkatan sebesar enam persen.

"Termasuk wisman (wisatawan asing) setiap tahun mereka berjalan-jalan ke tiga lokasi unggulan Palembang saat Cap Go Meh. Yaitu di Kampung Kapitan dan Pulau Kemaro. Kemudian di tahun ini baru ada pertama kali ke festival lampion juga menyokong wisman," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : pemkot palembang Cap Go Meh

Komentar