29 Ags 2015 18:45 | 14914

Pulau Maspari, Sumatera Selatan Punya wisata Pantai

Pulau Maspari, Sumatera Selatan Punya wisata Pantai

 

Maspari, Pesona Pantai Timur Sumatera

Kaganga.com, Tidak banyak yang tahu kalau Sumatera Selatan memilik pantai yang eksotis. Pernah mendengar tentang Pulau Maspari ? mungkin sebagaian dari kita pernah mendengar tentang pulau ini tapi masih belum tahu persis seperti apa dan dimana keberadaan nya.

Berada di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tepatnya di Desa Sungai Lumpur, Kecamatan Tulung Selapan, keberadaan pulau ini menguatkan fakta baru bahwa Sumatera Selatan punya pantai. Secara fisiografis bentang alam Ogan Komering Ilir merupakan dataran rendah dengan rawa-rawa sebagai unsur utamanya. Persentase lahan basah yang ada di Kabupaten ini lebih kurang 75 % dan dapat dijumpai dibagian timur Sumsel seperti Kecamatan Tulung Selapan, Cengal dan Kecamatan Sungai Menang. Sementara untuk wilayah kering dapat  dijumpai di Kecamatan Mesuji Makmur, Lempuing dan Kecamatan Lempuing Jaya.

Hamparan pasir putih, pohon bakau dan sejumlah “Umang-Umang” dari berbagai jenis ukuran menjadi bagian utama yang dapat kita jumpai di Pulau ini. Deburan ombak dengan air lautnya yang jernih, hembusan angin yang lembut dengan langit biru membentang akan memberikan nuansa pantai yang sebenarnya. Pulau Maspari merupakan pulau tak berpenghuni. Saat ini hanya ada dua bangunan utama yang terdapat dipulau ini berupa basecamp atau mes milik Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumatera Selatan.

Yang unik di pulau ini, terdapat beberapa kisah-kisah mistis dan keunikan dari pulau ini. Yang pertama, bagi  yang menggunakan telepon genggam, saat berada di Pulau Maspari kita akan mengalami kesulitan memperoleh sinyal telepon.

Disalah satu sisi pulau terdapat pohon yang dipasang transmitter sederhana untuk bisa memperoleh sinyal. Alhasil, pohon ini diberi nama “Pohon Sinyal”. Saat ada rombongan pengunjung yang datang ke pulau ini, mereka akan berdiri atau duduk mengelilingi pohon ini, bukan untuk berteduh atau beristirahat melainkan untuk bisa menggunakan telepon. Luar biasa.

Terdapat juga Menara Suar yang berguna memandu kapal-kapal yang melintas Selat Bangka. Selanjutnya di Pulau ini bisa kita jumpai dua makam warga Tiong Hoa yang mungkin sudah berumur ratusan tahun. Hal ini dibuktikan dengan pohon rindang yang menaungi ke dua makam tersebut. Akar pohon tersebut terlihat tua dan kokoh dan merusak salah satu makam tersebut. Tidak ada yang tahu, siapa yang ada di dalam makam tersebut dan kenapa mereka dimakamkan di pulau ini.

 

Kisah mistis yang beredar diantara masyarakat Pantai Timur bahwa Pulau Maspari akan terasa “angker” sesaat setelah adzan magrib sampai menjelang adzan subuh. Menurut cerita masyarakat di desa Simpang Tiga Makmur, Kecamatan Tulung Selapan, pernah ada nelayan yang akan menepi di pantai ini saat malam, dikejauhan dipantai terlihat sangat ramai seperti ada “Fire Camp” namun saat kapal akan menepi terlihat tidak ada tanda-tanda kehidupan di pantai itu. Banyak sekali cerita serupa di pulau ini pada saat malam hari, namun sampai saat ini belum ada bukti nyata yang bisa diungkap. Untuk bisa membuktikannya, sebaiknya anda berkunjung dan menginap di pulau ini. 

Dibeberapa sudut pantai dan di bulan tertentu, penyu sisik (tukik) akan datang ke pulau ini untuk meletakan ratusan bahkan sampai ribuan telur mereka ke dalam lubang yang siap untuk menetas. Diperkirakan dari ratusan telur yang disimpan didalam lubang pasir, hanya sekitar seperempat persen yang menetas dan hanya sekitar 5 penyu sisik yang mampu bertahan hingga dewasa. Ini disebabkan oleh faktor alam dan juga lebih banyak oleh ulah manusia yang tidak bertanggung jawab menjarah dan menjual telur penyu sisik ini. Sayang sekali, pada saat kami berkunjung ke pulau ini, Februari lalu, penyu-penyu sisik belum datang untuk bertelur di pulau ini. Diperkirakan penyu sisik akan datang untuk menyimpan telur mereka di pulau ini pada bulan April.

Ada beberapa alternatif transportasi yang dapat digunakan untuk bisa sampai ke Pulau Maspari. Alternatif pertama, kita dapat menyewa kapal motor (speed boat) dengan kapasitas 10 orang dari BKB (Benteng Kuto Besak) menelusuri Sungai Musi menuju Upang langsung ke Jalur Laut Selat Bangka ke arah Timur Sumatera Selatan dengan waktu tempuh kurang lebih 6 jam. Alternatif lain dengan menggunakan transportasi darat (mobil atau motor) menyusuri Sungai Lumpur, dari Kota Palembang menuju Kecamatan Tulung Selapan-OKI kurang lebih 2 jam dan dilanjutkan dengan kapal motor langsung menuju Pulau Maspari selama kurang lebih 4 jam perjalanan air.

Beberapa aktivitas wisata dapat kita lakukan di pulau ini seperti camping, snorkling dan diving namun khusus untuk snorkling dan diving harus ada panduan dari operator diving dan snorkling yang sudah terlisensi yang saat ini belum ada di pulau ini. Selain itu kendala lain yang dihadapi adalah kondisi geografis yang berada sangat jauh dari pemukiman sehingga agak sulit dijangkau oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ogan Komering Ilir terus berupaya mempromosikan secara optimal “Maspari, The Hidden Paradise”

(Teks dan foto : Wahyu D) 

Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pulau Maspari Pantai Sumsel Wisata

Komentar