27 Ags 2019 06:25

Sejarahwan Sumsel Tanggapi Pernyataan Babe Terkait Kerajaan Sriwijaya Fiktif

Sejarahwan Sumsel Tanggapi Pernyataan Babe Terkait Kerajaan Sriwijaya Fiktif

Kaganga.com, Palembang - Pengamat sejarah Indonesia Babe Ridwan Saidi menyampaikan bahwa Kerajaan Sriwijaya hanyalah sebuah bajak laut dan Fiktif. Pernyataan ini pun viral di sebuah akun Yutube.

Dengan hebohnya video tersebut, Sejarahwan Sumsel menanggapinya. Salah satunya Kemas Ari Panji, ia mengatakan dari sisi mana bahwa Babe Ridwan Saidi dapat menyebutkan Kerajaan Sriwijaya itu hanya Fiktif. Apalagi peninggalan arkeologi Kerajaan Sriwijaya banyak ditemukan di Kota Palembang seperti prasasti dan itu juga memenuhi persyaratan Kerajaan Sriwijaya memang terletak di Palembang.

"Kami tidak melihat secara jelas dikarenakan babe hanya menyimpulkan bahwa kerajaan Sriwijaya hanyalah fiktif, "Katanya, saat di hubungi, senin (25/8).

Namun dirinya mengaggap perkataan Babe Ridwan Saidi merupakan masukan oleh karena itu Kemas mengharapkan bagi orang-orang Sejarawan harus menerima sebagai masukan.

"Kami sebagai Sejarahwan dan masyarakat sejarah berterimakasih dengan adanya pendapat Babe. Tapi tidak mentah harus dicerna harus ada pengkajian ulang kalau ada benarnya kalau salahnya, "Ungkapnya.

Dikarenakan dengan adanya masukan tersebut harus ada pengkajian ulang dan dari hasil pengkajian dapat dicetuskan kembali apakah Kerajaan Sriwijaya benar adanya atau tidak ada.

"Saya juga yakin yang disampaikan Babe itu salah dan juga tidak benar. Mungkin ada kesalahan penafsiran itu yang namanya kami lakukan pengkajian ulang tadi dimana letak salahnya dimana letak bernarnya, "Jelasnya.

Akan tetapi Kemas tetap menjelaskan bahwa Kerajaan Sriwijaya ini periode berdirinya sangat panjang dan diperkirakan ibukota Kerajaan Sriwijaya dapat berpindah-pindah letaknya.

Untuk itu, klaim Sriwijaya itu bisa dimana-mana dapat terjadi seperti, apakah di Palembang di Malaysia bisa di Thailand tempat yang lain benar, karena dalam satu wilayah tersebut kekuasaan Kerajaan Sriwijaya.

"Tapi Berdasarkan arkeologi Palembang banyak meninggalkan benda-benda sejarah tersebut yakni seperti prasasti.Berdasarkan prasasti inilah yang diteliti orang dan orang keyakinan orang bahwa palembang sebagai Ibukotanya, "Tegasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Budpar Sumsel Kerajaan Sriwijaya

Komentar