5 Okt 2018 20:00

Sejarawan Berharap Pemprov Perhatikan Cagar Budaya Megalit dan Gua Harimau

Sejarawan Berharap Pemprov Perhatikan Cagar Budaya Megalit dan Gua Harimau

Kaganga.com, Palembang - Pemerintah diharapakan lebih memperhatikan dua cagar budaya di Sumsel yaitu kawasan luas megalit di Lahat dan gua Harimau di OKU. Hal ini dikatakan Ketua Masyarakat Sejarawan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Dr Farida R Wargadalem Msi 

Farida mengatakan, soal megalitik di Pagaralam pihaknya sudah dua tahun melakukan penelitian di Pagaralam.

“Itu megalitik terbesar di dunia dengan wilayah terlebar dan masih banyak yang belum tergali , jika ada keinginan pemerintah untuk mengangkat itu , tidak sulit menjadi warisan dunia,” katanya, Jumat (5/10).

Selain itu menurut dosen sejarah Universitas Sriwijaya (Unsri) ini di Sumsel , ada gua harimau di OKU yang merupakan situs yang tidak ada bandingannya didunia .

“ Jadi kalau mau mengangkat world Heritage ada dua di Sumatera Selatan,  Megalitik dan Gua Harimau , kalau Palembang agak sulit, karena  sudah tergerus,” katanya.

Pihaknya berharap dengan pemerintahan yang baru (Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Mawardi Yahya) peduli pada peninggalan cagar budaya di Sumsel , jangan sampai menjadi golongan yang disalahkan oleh generasi yang akan datang, karena kondisi penyelamatan cagar budaya dan sejarah di Sumsel saat ini sangat kritis.

“Sumsel itu sangat besar dan kebesarannya diakui oleh dunia , kalau kita tidak mengenalnya dan hanya sebatas awang-awang, apa gunanya, nanti sampai suatu saat dimana masa generasi muda akan menyalahkan kita, mereka juga mencari dirinya sendiri lalu muncul konon-konon, bicara tidak bicara tentang konon-konon, sejarah itu bicara soal data dan fakta, ini yang memprihatinkan kita saat ini, kalau boleh saran kepada pemerintahan saat ini tempatkanlah seseorang sesuai dengan posisinya , tempatnya, kemampuannya dan bidangnya sehingga tidak salah kaprah dalam menjalankan kebijakan dan itu sudah terbukti dalam kasus Bukit Siguntang, “ katanya.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Gua Harimau Cagar budaya

Komentar