23 Sep 2019 20:10

Tanjung Enim Kota Wisata Terkendala Kesadaran Masyarakat

Tanjung Enim Kota Wisata Terkendala Kesadaran Masyarakat

Kaganga.com, Muara Enim - Tujuan pembangunan Tanjung Enim Kota Wisata nampaknya akan sulit terlaksanan tanpa dukungan dari semya pihak. Selain Pemerintah daerah, pihak swasta dan yang terpenting adalah masyarakat.

Namun, upaya pemerintah dan pihak swasta sudah banyak dan baik dilakukan, namun masyarakat sepertinya belum peduli dan merasa berperan dalam menjadikan hal itu terwujud.

Seperti yang dikatakan Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Muaraenim Isdrin yang menyoroti kondisi trotoar pasar bawah Tanjung Enim yang sudah dipercantik namun masih terkesan semerawut karena kurangnya kesadaran masyarakat.

" Tujuan untuk menjadikan Tanjung Enim sebagai kota wisata itu adalah salah satu tujuan yang sangat baik, terlebih lagi saat ini sudah ada beberapa pembangunan di kecamatan Lawang Kidul yang dilaksanakan oleh PTBA untuk mengembangkan kecamatan Lawang Kidul menjadi salah satu kawasan destinasi wisata,seperti pembangunan trotoar yang akan dijadikan sebagai kawasan pendestrian," katanya.

Seharusnya, lanjutnya hal itu didukung penuh oleh masyarakat, Namun faktanya sangat disayangkan jika masih ada segelintir masyarakat yang tidak mendukung pembangunan tersebut.

" Saya sudah lihat, di jalan yang akan di jadikan kawasan pendestrian tersebut saat ini masih terkesan semeraut. Ttrotoar yang sudah dibangun masih saja dilalui kendaraan roda dua, padahal trotoar itu fungsinya untuk pejalan kaki. Kemudian masih adanya pedagang yang berjualan seperti penjualan BBM eceran,kemudian bongkar muat barangpun masih ada dikawasan tersebut. Ini tentu menambah semerautnya kawasan tersebut, dan ini menandakan kesadaran masyarakat dalam mendukung perkembangan pariwisata masih kurang," katanya.

Padahal lanjutnya, seharusnya masyarakat harus mendukung penuh pengiat pariwisata, agar Tujuan untuk menjadikan Tanjung Enim sebagai kota wisata dapat terwujud.

" Karena jika itu terwujud, tentunya akan berdampak pada meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat, karena akan banyak wisatawan yang datang dan roda perekonomian setempatpun akan berputar, kan sayang, trotoar yang sudah dibangun dengan uang yang tidak sedikit untuk mempercantik kota menjadi terkesan kotor dan semeraut," katanya.

Pihaknya juga berharap kepada PTBA jikapun memang serius untuk menata kawasan tersebut harus dilakukan secara maksimal dan segera menyediakan kantong parkir.

" Jangan parkir dilokasi tersebut, karena jalan yang sudah kecil menjadi tambah sempit, siapkan kantong parkir dan realisasikanlah jika kawasan tersebut benar-benar akan dijadikan kawasan pendestrian, yang akan menjadi kawasan wisata, " katanya.

Hal senada juga dikatakan salah satu penggiat wisata di Kecamatan Lawang Kidul, Rima Listiya, sebagai warga asli Tanjung Enim pihaknya juga menyayangkan masih minimnya kesadaran masyarakat dalam mendukung perkembangan pariwisata di Kecamatan Lawang Kidul.

" Terbukti dan kita lihat padahal dilokasi tersebut sudah dihimbau oleh pihak tripika untuk tidak parkir diatas trotoar, tidak menaikan kendaraan diatas trotoar, tidak berjualan, dan tidak bongkar muat dijam sibuk, namun faktanya hal tersebut selalu di langgar," katanya.

Rima juga mengatakan bahwa minimnya kesadaran masyarakat tersebut tentu dapat menghambat kemajuan pariwisata dikecamatan Lawang Kidul.

" Padahal jika trotoar bersih, rapi, tentu ini akan mempercantik kawasan pasar bawah dan ini akan memberikan nilai positif bagi orang luar yang berkunjung ke Tanjung Enim," tuturnya.

Dilain pihak, Camat Lawang Kidul, Rahmad Noviar mengatakan bahwa bersama instansi terkait dalam waktu dekat akan segera melakukan penertiban dikawasan tersebut.

" Targetnya selesai Pilkades kita akan bentuk tim dan akan bergerak melakukan penertiban, saya juga menghimbau masyarakat untuk dapat segera menyesuaikan diri dengan situasi saat ini,
Kalau memag tidak bisa, kita akan turunkan tim untuk melakukan penertiban, ini akan segera kita koordinasikan dulu dengan kabupaten, setelah perhelatan pilkades selesai kita targetkan bisa turun untuk melakukan penertiban, "katanya.

Dikatakan Noviar, bahwa pembangunan trotoar dan kawasan pendestrian tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat terutama bagi pejalan kaki dan penataan kota serta pengembangan kawasan wisata di kecamatan Lawang Kidul.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Tanjung Enim muara enim

Komentar