27 Nov 2019 21:15

Tradisi Ngidang Kembali Diperkenalkan oleh Pemkot Palembang

Tradisi Ngidang Kembali Diperkenalkan oleh Pemkot Palembang

Kaganga.com, Palembang - Pemerintah Kota Palembang mengenalkan kembali tradisi ngobeng atau ngidang kepada kalangan milenial yang sudah menjadi tradisi orang melayu, termasuk masyarakat Palembang

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota, Drs Ratu Dewa, M Si melalui Staf Ahli Wali Kota Palembang bidang ekonomi pendapatan daerah, hukum dan HAM, Altur Febriyansyah, tradisi ini merupakan warisan budaya leluhur Kota Palembang, dimana tradisi ini memilik makna yang mendalam. Pasalnya kata Altur, tradisi Ngidang dengan cara makan bersama-sama dan lesehan butuh kerjasama 

"Ya, sebelum makan, kita bersama-sama harus mengidangkannya atau menyajikan terlebih dahulu. Dalam satu hidangan terdiri dari delapan orang, kemudian makan bersama. Ini sebagai wujud gotong royong yang harus kita lestarikan, karena untuk makan kita menyediakan makanan secara gotong royong, ada nilai positif, bisa menjalin komunikasi tanpa memperhatikan status sosial, semuanya rata duduk bersila," ujar Altur usai membuka acara Ngidang di Museum SMB II, Selasa (26/11/2019)

Makanya, tradisi Ngidang ini harus dilestarikan. Kegiatan ini kata Altur, menjadi wahana menumbuhkan semangat dan motivasi dalam melestarikan adat istiadat agar tetap tumbuh dan berkembang  

"Sesuai keinginan Wali Kota, H Harnojoyo dalam programnya gotong royong, ini bisa kita ambil sisi positifnya. Mudah-mudahan ke depan akan menjadi agenda tahunan. Selain itu, Ngidang juga diharapkan akan menjadi daya tari wisatawan berkunjung ke Palembang," ungkapnya 

Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Zanariah mengatakan, bahwa tradisi ini hampir ditinggalkan oleh masyarakat yang hidup di perkembangan zaman. Maka dari itu dalam kegiatan tersebut saya mengajak kepada Bapak dan Ibu untuk memberikan pembelajaran kembali mengenai tradisi cara ngidang untuk makan bersama

"Saya mohon doa kepada masyarakat pada tahun 2020 nanti acara ngidang ini akan di daftarkan ke Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan UNESCO sehingga tidak bisa di klim oleh orang lain. selain itu juga kita akan mendaftarkan makanan khas asal Palembang Burgo yang kemudian akan kita dihidangkan," bebernya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Ngidang Palembang Tradisi

Komentar