11 Feb 2020 18:40

BNNP Sumsel dan Bea Cukai Palembang Amankan Sabu 35 Kilogram dan Pil Ekstasi 34 Ribu Butir Asal Mala

BNNP Sumsel dan Bea Cukai Palembang Amankan Sabu 35 Kilogram dan Pil Ekstasi 34 Ribu Butir Asal Mala

Kaganga.com, Palembang - Hasil kerjasama antara Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) dan Bea Cukai Palembang dalam memberantas jaringan narkoba membuahkan hasil. Meskipun sempat kejar-kejaran dengan mobil tersangka, akhirnya petugas berhasil menyita narkoba jenis sabu sebanyak 35 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 34 ribu butir yang berasal dari Malaysia.     

"Berkat kerjasama dan laporan dari masyarakat, BNNP Sumsel berhasil mengamankan narkotika jenis sabu seberat 35 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 34.570 butir," kata Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan di Markas BNNP Sumsel, Jakabaring, Selasa (11/2/2020).    

Jhon mengatakan, kedua jenis narkotika dalam jumlah besar tersebut didapat dari tiga orang tersangka yakni Joni dan Riyan warga Tembilahan, Indragiri Hilir, Provinsi Riau serta Yabot yang merupakan warga Palembang.     Jhon menjelaskan, ketiga orang tersebut mendapat instruksi dari seorang bandar narkotika asal Tembilahan berinisial AC.   

Menurutnya narkotika yang berasal dari Malaysia itu akan dipasarkan di Sumatera Selatan melalui rute Pulau Batam, Provinsi Riau melalui jalur darat hingga ke Sumatera Selatan.     "Rencananya, dari 35 kilogram sabu, 29 kilogram untuk dipasarkan di Kabupaten PALI dan 6 kilogram lainnya untuk di Palembang," terang Jhon.    

Namun upaya penyelundupan narkotika tersebut gagal setelah ketiga tersangka ditangkap pada akhir Desember lalu di hari yang sama.    "Tersangka Joni dan Riyan ditangkap di Betung, Banyuasin, sementara tersangka Yabot ditangkap di Palembang di hari yang sama pada 31 Desember lalu," ungkap jenderal bintang satu itu.    

Selain tersangka dan beserta barang bukti narkotika, petugas juga mengamankan dua unit mobil minibus yang digunakan ketiga tersangka dalam mendistribusikan narkotika.     Ketiga tersangka dijerat Pasal 112 dan 114 Junto Pasal 132 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup hingga hukuman mati.    "Sesuai komitmen BNN untuk memberantas narkotika, kami akan terus menelusuri dan menindak jaringan narkotika, khususnya yang akan masuk Sumatera Selatan," tandas Jhon.    

Sementara seorang tersangka bernama Joni mengaku mendapat upah sebesar Rp 15 juta dari AC.    "Dikasih DP (uang muka upah mengantar sabu dan ekstasi) Rp 15 juta, uang jalan Rp 5 juta," kata pria 29 tahun itu.   

Kepada Kaganga.com, Joni mengaku sebelumnya ia juga pernah ditugaskan mengantar sabu ke Sumatera Selatan.    "Sudah dua kali ditugaskan bos (AC) antar narkoba, tapi yang kedua kali ini tertangkap," kata dia.   

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaganga.com, di balik kesuksesan menggagalkan penyelundupan narkotika tersebut, petugas BNNP Sumsel punya cerita menarik saat penyergapan ketiga tersangka.    

Selasa pagi tanggal 31 Desember sekitar pukul 07.10, petugas BNN yang mendapat informasi keberadaan tersangka, bertolak menuju lokasi penangkapan di Betung, Kabupaten Banyuasin.    

"Saat berada di SPBU di Betung, tim kami mengidentifikasi sebuah kendaraan roda empat yang ciri-cirinya mirip dengan yang dilaporkan informan kami yakni Toyota Avanza dengan nomor polisi BM 1671 BE. Diduga kendaraan tersebut dikemudikan tersangka Joni dan Riyan," kata Kepala Bidang Penindakan BNNP Sumsel, AKBP Agung Sugiyono.   

Petugas lalu membuntuti kendaraan tersebut sambil memastikan kevalidan informasi mengenai ciri-ciri kendaraan yang dimaksud.     Setelah diyakini kendaraan tersebutlah yang membawa narkotika, petugas melakukan penyergapan di jalan lintas Betung-Sekayu, tepatnya di Kecamatan Betung.    

"Namun saat akan diberhentikan, kendaraan tersebut berusaha kabur sehingga terpaksa diberi tindakan tegas terukur dengan menembak body kanan depan mobil," jelas Agung.   

Nyali para tersangka ternyata ciut juga, mobil pun menepi ke pinggir jalan dan petugas BNN langsung menggeledah isi di dalam mobil.   

"Selain tersangka Joni dan Riyan, anggota kami menemukan lima tas besar di kursi belakang mobil. Dan benar saja, tas tersebut berisi 35 kilogram sabu dan 34.570 butir pil ekstasi," bebernya.    

Tidak berhenti sampai di situ, petugas langsung menggiring kedua tersangka untuk menunjukkan satu tersangka lainnya bernama Yabot.   

Setelah janjian, Yabot meminta Joni dan Riyan yang diborgol petugas BNN itu, untuk bertemu di Palembang, tepatnya di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara.    

Pada penyergapan kedua ini, tugas petugas lebih mudah karena langsung menangkap tersangka Yabot di parkiran sebuah hotel di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara.    

"Dari tersangka Yabot tidak ditemukan narkotika jenis apapun, begitu juga saat penggeledahan di rumah tersangka di Gandus. Namun tersangka Yabot mengakui keterlibatannya dengan dua tersangka Joni dan Riyan yang diperintah seorang bandar berinisial AC asal Riau," jelas Agung.    

Setelah penangkapan ketiga tersangka, BNNP Sumsel bersama Bea Cukai bahkan bertolak menuju Tembilahan, Provinsi Riau untuk mencari AC, namun yang bersangkutan tidak ditemukan.     "AC dicari ke Tembilahan tapi belum ketemu. Hingga saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap yang bersangkutan," tandas Agung.

Penulis : Nandoenk
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Narkoba BNN Sunsel Sumsel Bea Cukai

Komentar