10 Ags 2017 18:05 | 186

Kitab Berusia 400 Tahun Ini Akan Diterjemahkan

Kitab Berusia 400 Tahun Ini Akan Diterjemahkan

Kaganga.com, Palembang - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel tengah menerjemahkan beberapa kitab ber-Aksara Surat Ulu asal Basemah (Kebudayaan di Pagaralam, Lahat dan sekitarnya). Dua buah kitab tertulis pada bahan yang terbuat dari bambu dan 3 kitab tertulis pada kulit kayu. Dikatakan oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Provinsi Sumsel, Vita Sandra, kitab-kitab yang akan diterjemahkan ini berusia kurang lebih 400 tahun.

"Kitab ini dimiliki oleh H A Dimiyati Rais asal Pagaralam Sumsel," terangnya, Selasa (8/8/2017).

Lanjutnya, secara garis besar kitab ini berisi letak geografis, pola pemerintahan pada masa itu dan nasehat nasehat bijak di dalam kehidupan.

"Penerjemahan kitab ini sedang dikerjakan oleh tim Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan. Dan aksara ini akan dijadikan acuan penulisan aksara serat ulu," ujarnya.

Tim ini di Ketuai oleh Rapani Igama, yang juga menjabat sebagai Kabid Dokumentasi/Publikasi di Disbudpar Sumsel. Kitab-kitab ber Aksara Ulu juga ditemukan di Lahat dan Oku Selatan, namun bertahap pihaknya akan mengerjakan yang di Pagaralam dahulu.

Seperti diketahui, Aksara Surat ulu disebut juga dengan aksara kaganga dianggap sebagai huruf kuno asli Sumatera Selatan. Penemuan situ-situs bertuliskan aksara ini cukup banyak di Sumsel. Meski usia munculnya Surat Ulu belum bisa dipastikan, namun diperkirakan Aksara Surat Ulu ini berusia 2.500 sebelum Masehi. Hal ini dikarenakan Aksara sura ulu tertulis di situs-situs Megalit Basemah.


Temuan Megalit Besemah berupa batu bersurat, bertulis, bergores, dan atau berlukis, antara lain ada di situs-situs berikut :

Selibar (Batu-tambatan-jung di tepi Air Kundur)
Tanjung-ara (batu-kubur yang disebut Ghumah-batu ada tulisan purba di atas bagian pintunya, sudah rusak dimakan usia)
Matang-bange (Batu-bersurat di Air Batung)
Tegurwangi Lama (Batu-balay)
Pagardin (Batu-bertulis)
Kutaraya Lama (tulisan mirip angka Romawi pada batu-kubur yang juga disebut Ghumah batu)
Baturang (Batu-kitap)
Gunungmigang (Batu-bersurat di Air Dendang)
Geramat (Batu-batu bersurat)
Batu-lebar (Batu-datar) Tinggiari Lama, Gumay Ulu
Batutinjak-banyak di Sungay-ara, Gumay Ulu
Lahat-tengah (Batu-naga).
Selain pada batu-batu bersurat, batu bergores, batu belukis, atau prasasti, dan kitap-kitap kaghas, surat ditulis juga pada tanduk kerbau, pada ruas bulu (bambu), pada bilah-bilah buluh (gelumpay), pada bagian dalam dinding rumah sebagai catatan-catatan peringatan, dan pada kertas-kertas dokumen lama. Menurut Rapanie Igama, Kurator Mueseum Negeri Sumsel, yang telah meneliti surat ulu di seluruh sumsel, mengutarakan ratusan surat ulu sampai sekarang masih tersimpan dirumah warga. Sejumlah surat ulu di Sumsel berada di Pagar Alam, Lahat dan Muara Enim.

Penulis : Riki Okta Putra
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Budpar Sumsel Surat Ulu

Komentar