8 Ags 2018 22:00 | 47

Pindah Home Base, SFC Dapat Kerugian Hingga Rp 600 Juta

Pindah Home Base, SFC Dapat Kerugian Hingga Rp 600 Juta

Kaganga com, Palembang - Sriwijaya FC kembali akan melakoni laga kandang usiran. Kali ini Laskar Wong Kito akan menjamu Madura United pada pekan ke 20 liga 1 di Stadion Agus Salim, Padang, Sabtu (11/08/2018).

Ini menjadi laga kandang usiran kedua bagi Teja Paku Alam dan kawan-kawan. Sebelumnya, SFC menjamu Borneo FC juga di Padang, Minggu lalu.Dari dua laga kandang usiran ini, manajemen Laskar Wong Kito menelan kerugian sampai Rp600 juta lebih.

“Pengeluaran paling besar yakni membayar biaya pelaksana pertandingan (Panpel) dan tiket pesawat,” kata Manajer Keuangan PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Robbiomar Razzi (08/08/2018).

Dijelaskan Robbi, untuk biaya panitia pelaksana pertandingan, manajemen SFC harus mengeluarkan uang sebesar Rp140 juta. Semua Panpel yang bertugas, berasal dari Padang.

Tak hanya itu, tiket penerbangan ke Padang saat bertolak dari Palembang jelang laga lawan Borneo FC menghabiskan Rp150 juta. Kerugian yang sama kembali dialami tentunya, saat SFC harus kembali ke Padang usai melawan Persib Bandung di Bandung.

“Jadi, kalau kita total dari dua laga kandang usiran itu, kerugian SFC dari biaya panpel dan biaya tiket penerbangan mencapai Rp580 juta. Masih ada biaya operasional atau konsumsi. Jadi kita perkirakan bisa habiskan Rp600 juta lebih,” bebernya

Berbeda jika pertandingan dimainkan di Palembang. Biaya pesawat ke Padang tentu tidak ada. Sementara biaya untuk panpel tetap ada, tapi biasanya akan ditutupi dari penjualan tiket.

Manajemen tidak perlu mengeluarkan uang saku untuk membayar panpel. Bahkan dari tiket laga kandang SFC, biasanya masih tersisa dan kerap digunakan untuk membiayai operasional tim saat laga away berikutnya.

“Tapi, karena main di Padang, penonton yang datang saja tidak banyak. Jadi uang yang didapat sedikit. Tidak ada pemasukan sama sekali,” jelasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : SFC Rugi

Komentar