12 Jun 2019 17:50

Pinjaman 3M Belum Sepenuhnya Melunasi Tunggakan Gaji Pemain SFC

Pinjaman 3M Belum Sepenuhnya Melunasi Tunggakan Gaji Pemain SFC

Kaganga.com,Palembang - Pinjaman dana sebesar Rp3 miliar yang dikucurkan manajer interim tim, Hendri Zainuddin, kepada Sriwijaya FC ternyata belum sepenuhnya melunasi tunggakan gaji mantan pemain musim lalu.

Dalam sidang perdata yang berlangsung di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu 12 Juni 2019, terungkap bahwa masih ada hak pemain yang belum dilunasi manajemen Sriwijaya FC, dengan nilai tunggakan mencapai Rp60 juta.

"Sisa pembayaran memang sebagian besar sudah dilakukan (pihak Sriwijaya). Namun dari 28 pemain masih ada tiga yang angkanya belum cocok," kata Jennsen Silitonga, salah satu Lawyer dari Asosiasi Pesepakbola Professional Indonesia atau APPI.

Tiga pemain yang haknya sudah diserahkan namun nilainya tidak sesuai kontrak ialah, Marckho Sandy Meraudje, Sandy Firmansyah dan Mohammadou Al Hadji. Untuk ketiga pemain tersebut totalnya mencapai Rp60 juta.

Sesuai dengan komitmen, bahwa pelunasan harus dilakukan secara penuh tanpa terkecuali. Seandainya masih ada pemain yang belum selesai, maka tuntutan terhadap Sriwijaya akan tetap dilanjutkan.

"Kita berharap agar ini cepat selesai, kita tidak ingin berlarut. Apalagi Sriwijaya merupakan salah satu tim besar di kompetisi Liga Indonesia. Kami yakin Sriwijaya punya itikad baik," tegasnya

Sidang yang berlangsung hari ini merupakan tindaklanjut atas gugatan 28 pemain Sriwijaya saat mengarungi kompetisi Liga 1 2018. Gugatan ini dilayangkan ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang pada 25 April 2019, yang diwakili Rangga Pratama dan Beri Rahmada.

Gugatan yang dilayangkan adalah tuntutan agar Sriwijaya segera membayarkan gaji dan DP bagi 28 pemain yang belum terselesaikan. Pengajuan gugatan ini didampingi perwakilan APPI.

Adapun empat pihak yang digugat yakni, PT Sriwijaya Optimis Mandiri, PT Liga Indonesia Baru, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia atau PSSI dan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).

Sidang rencananya akan dilanjutkan pada 10 Juli 2019. Disisi lain, Sriwijaya sudah menjalani pertandingan perdana di kompetisi Liga 2 pada 23 Juni 2019, saat menjamu Perserang Serang di Stadion Gelora Sriwijaya Jakaharing Palembang.

Sesuai petitum dalam gugatan, andai semua tunggakan belum selesai, Sriwijaya terancam tidak bisa ikut berkompetisi di Liga 2. Keikutsertaan Laskar Wong Kito bisa saja dicoret sebagai salah satu kontenstan.

"Untuk itu kita berharap agar ini bisa selesai sebelum 23 Juni. Seandainya ini terwujud maka kita akan memberitahukan kepada majelis hakim karena sudah ada perdamaian dan mencabut gugatan. Ini juga demi keberlangsung Sriwijaya di Liga 2," pungkasnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : SFC

Komentar