15 Mar 2017 17:41 | 100

Rebutan SDA, Pemicu Masalah Tapal Batas

Rebutan SDA, Pemicu Masalah Tapal Batas
Ridwan, Ketua Pansus I DPRD Sumsel. Foto/Fadhil

Kaganga.com, Palembang - Hampir seluruh Kabupaten Kota di Sumsel memiliki permasalahan tapal batas. Permasalahan ini kebanyakan terjadi karena faktor melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di suatu daerah, sehingga menyebabkan terjadi klaim antar daerah.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Pansus I DPRD Sumsel, Ridwan usai rapat pembahasan raperda penyelesaian batas daerah antar kabupaten/kota Provinsi Sumsel, Rabu (15/3). 

Menurutnya persoalan tapal batas antar wilayah di Sumsel terjadi akibat masing-masing pihak kabupaten/kota, mengklaim daerah yang menjadi sengketa tapal batas masuk ke wilayahnya. 

“Daerah Sumatera Selatan banyak persoalan tapal batas. Salah satu pemicunya sumber daya alam yang menjadi rebutan. Ini yang kadang kala membuat masyarakat kita ribut,” ujar Ridwan. 

Untuk itu, pihaknya tengah merancang Raperda tentang penyelesaian batas daerah. Jika Raperda inisiatif DPRD Sumsel ini disahkan menjadi Perda, akan dapat membereskan persoalan tapal batas yang selama ini hampir terjadi disetiap kabupaten/kota di Sumsel. 

Solusi yang ditawarkan dalam Raperda tersebut, lanjut dia, salah satunya dengan menggelar musyawarah mufakat yang menghadirkan pihak-pihak terkait seperti, Kepala Daerah, Sekretaris Daerah, Badan Pertanahan dan sebagainya, dengan didampingi pihak pemerintah provinsi sebagai penengah.

“Hampir semua daerah terdapat persoalan tapal batas, seperti Muaraenim-Lahat, Lahat-Pagaralam dan pernah juga Palembang dengan Banyuasin. Rata-rata ada persoalan tapal batas. Kita harap persoalan tapal batas yang terjadi di Sumsel ini bisa diselesaikan melalui perda ini,” pungkasnya.

Penulis : Achmad Fadhil

Tag : Tapal Batas DPRD Sumsel

Komentar