5 Nov 2019 23:25

Sutinah Masukkan Bayinya Ke Dalam Mesin Cuci Usai Melahirkan

Sutinah Masukkan Bayinya Ke Dalam Mesin Cuci Usai Melahirkan


Kaganga.com, Palembang - Kembali terjadi kasus kekerasan terhadap anak yang dilakukan pembantu rumah tangga (PRT). Kali ini PRT yang bernama Sutinah (36) tega memasukan bayi ke dalam mesin cuci hingga lemas dan akhirnya meninggal dunia.

Diketahui Sutina bekerja di rumah Ferdyta Azhar yang diketahui merupakan anak kedua dari mantan Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Ishak Mekki.

Akibatnya, kediaman Ferdyta berada di Jalan Telaga Nomor 9 RT 14 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan ramai didatangi sejumlah polisi dan awak media.

Kuasa Hukum Keluarga Ishak Mekki, Doktor Suharyono mengatakan, kejadian tersebut berlangsung pada pukul 11.00WIB, Senin (4/11/) kemarin.

Menurut Suharyoni, mulanya Sutinah mengaku sakit perut dan minta dibawakan handuk oleh rekannya. Setelah itu, Sutinah pun keluar dalam keadaan pucat.

Sementara, rekan seprofesi Sutinah yang melihat keadaannya lemah, langsung memberikan pertolongan untuk dibawa ke rumah sakit. Namun, saat hendak mencari identitas Sutinah di dalam kamar, rekannya mendengar tangisan suara bayi dan didapati berada di dalam mesin cuci.

"Mesin cuci waktu itu dalam keadaan hidup dan dibuka terdapat kantong plastik hitam ditutup handuk dan ternyata adalah bayi,"kata Suharyono, Selasa (5/11/2019).

Suharyono mengatakan, saat bayi itu ditemukan, mereka sempat membawanya ke Rumah Sakit (RS) Siloam untuk menjalani perawatan. Namun, kondisi bayi itu makin melemah hingga akhirnya meningal.

Setelah bayi tersebut tewas, pihak keluarga langsung membuat laporan kepada pihak Kepolisian. 

"Dari keterangan pihak keluarga, Sutinah pernah menikah namun pisah. Selama bekerja disini, ia tidak mengaku hamil,"ujarnya.


Selama bekerja kehamilan Sutinah memang tidak tercium oleh para pekerja lain di rumah itu.

Suharyono mengatakan Sutinah merupakan warga asal Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

"Sutinah sudah bekerja selama enam bulan di sini. Kehamilannya tidak ada yang tahu, karena Sutinah menutupinya menggunakan kain,"jelasnya.

Kejadian itu terungkap setelah jenazah bayi dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang, untuk dilakukan visum setelah sebelumnya sempat dilakukan perawatan medis. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu dari bayi itu bernama Sutinah. Ia diketahui merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di Jalan Telaga Nomor 9 RT 14 Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Palembang.

Sutina akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat undang-undang perlindungan anak pasal Pasal 76E UU 35/2014 terkait kekerasan terhadap anak.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Hukrim bayi

Komentar