11 Jun 2019 18:50

Tim Pemenangan KM Klarifikasi Tuduhan Politik Uang

Tim Pemenangan KM Klarifikasi Tuduhan Politik Uang

Kaganga.com, Palembang - Menanggapi pemberitaan beberapa waktu lalu yang sempat tayang di media cetak, online dan elektronik soal tuduhan money politic (politik uang), Tim Pemenangan Anggota DPR RI Dapil Sumsel I Drs Kahar Muzakir membantah keras dan melaporkan oknum yang mencemarkan nama baik dengan tuduhan money politic tersebut. 

Ketua Tim Pemenangan Drs H Kahar Muzakir, M Nasir menjelaskan penipuan tersebut dilakukan tersangka Bahak Udin Cs dengan cara  mengatasnamakan tim pemenangan KM yang kemudian dengan bujuk rayu mengambil barang milik masyarakat Desa Ujung Tanjung yang diformulasikan sebagai “peminjaman sementara untuk diperbanyak. 

”Selain itu juga dengan memberi uang kepada masyarakat Desa Ujung Tanjung yang dinyatakan seolah-olah biaya pinjam sementara atas barang tersebut,” katanya didampingi sejumlah kepala desa dan masyarakat Banyuasin.  

Masih kata dia, pelaku juga menggunakan rekaman video dan gambar penyerahan uang tersebut sebagai bukti yang direkayasa sebagai seolah-olah proses politik uang yang dilakukan oleh Tim Pemenangan KM. 

Menurutnya tuduhan politik uang itu telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, Kepala Desa hingga seluruh desa yang ada di kecamatan Banyuasin III Pangkalan Balai, dan dengan menggunakan bukti yang telah direkayasa itu sebagai bahan laporan kepada Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bawaslu RI di Jakarta. 

"Tindakan Bahak Udin Cs ini telah kami laporkan kepada aparat penegak hukum dan kini Bahak Udin sudah ditahan di Polda Sumsel, dimana Bahak Udin sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan pencemaran nama baik, yang selain secara jelas telah menimbulkan kerugian materiil kepada masyarakat Desa Ujung Tanjung, juga telah merugikan kehormatan/mencemarkan nama baik KM  dan Tim Pemenangan KM, Tokoh Masyarakat Ujung Tanjung dan Kepala Desa Ujung Tanjung serta seluruh desa yang ada di Banyuasin Ill, Pangkalan Balai,” katanya. 

Menurutnya, dalam kenyataannya (fakta-fakta), terungkap dengan jelas bahwa tidak pernah terjadi politik uang yang melibatkan KM dan  tim pemenangannya, baik Tokoh Masyarakat Ujung Tanjung, Kepala Desa Ujung Tanjung serta seluruh Kades Banyuasin Ill. 

”Pemberian seragam kesenian rebana didasarkan pada proposal yang dibuat oleh masyarakat desa ujung Tanjung sendiri yang kemudian disampaikan kepada KM dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR pada bulan Oktober 2018, atau sekitar 6 bulan sebelum masa pemungutan suara. Pemberian seragam rebana tersebut merupakan bagian dari pemenuhan kewajiban KM sebagai Anggota DPR RI, yakni merespon atau memenuhi aspirasi yang berkembang pada daerah pemilihannya dan tidak terkait langsung dengan proses kampanye, apalagi pemungutan suara,” katanya. 

Selain waktu (tempus delicti), ternyata menurutnya tempat (locus delicti) penyerahan seragam sebagaimana dituduhkan ternyata juga tidak benar dan hal ini mengindikasikan dengan jelas adanya upaya mendiskualifikasi atau setidaknya pembunuhan karakter terhadap KM. 

”Pak Kahar telah menjadi Anggota DPR RI sejak tahun 2004, sehingga telah memiliki basis pemiiih yang cukup signifikan di daerah pemilihannya (Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas Utara). Dengan basis pemilih yang mengakar itu, selama mi sudah terbina hubungan yang baik melalui partisipasi da|am kegiatan sosial dan kemasyarakat untuk pembangunan di kabupaten Banyuasin, sehingga politik uang dalam berbagai bentuknya tidak pernah menjadi pilihan dalam 4 (empat) Pemilu (2004, 2009, 2014 dan 2019) yang diikuti  pak Kahar” katanya. 

Sementara, Kepala Desa Ujung Tanjung, Rusman Hakim menambahkan kalau Bahak Udin cs bukan tim KM dan setelah  dirinya sudah mengklarifikasi dengan langsung tim KM. 

“Saya sebagai warga Ujung Tanjung sangat malu karena pak Kahar sudah mengabulkan proposal kami namun akhirnya kejadiannya seperti ini , kami minta maaf,” tegasnya.  

Editor : Achmad Fadhil

Tag : Bawaslu Sumsel Bawaslu RI

Komentar