18 Ags 2020 19:35

Capai NKRI, Nanda : Turut Andil Mempengaruhi Berkegiatan Positif

Capai NKRI, Nanda : Turut Andil Mempengaruhi Berkegiatan Positif

Kaganga.com,Palembang - Banyak anak muda yang berjiwa sosial, bahkan jika membahas soal kemerdekaan Tanah Air, millenial juga berhak berbicara. Bahkan menurut sebagian anak muda, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) republik Indonesia adalah ajang bagi pemuda-pemudi membuktikan kepada negara apa yang pantas mereka berikan.

Putri Remaja Sumatra Selatan (Sumsel), Nanda Artika Natasya mengatakan, melalui momen kemerdekaan, sewajarnya millenial mesti mempunyai tekad besar dalam berkontribusi terhadap bangsa, meskipun memulai dari hal kecil.

"Contoh zaman modern ini bebas berkreasi, berpendapat dalam norma, serta berani untuk maju dan percaya apa yang kita lakukan memiliki peranan penting dan kemajuan negara," katanya

Demi mencapai NKRI bebas perdebatan, pemuda Indonesia juga wajib mempunyai karakter kuat dalam bersikap tegas, berjiwa tanggung jawab serta peduli dan cinta tanah air. Mulailah peka dalam memberikan ide-ide berinovasi dan saling menginspirasi.

"Saling mendukung untuk hal-hal baik. Seperti mendapat dorongan besar dari lingkungan dan keluarga" ujarnya.

Bagi dara yang genap berusia 16 tahun pada 26 November mendatang ini, untuk bisa mempunyai sikap konsisten, hal penting bermula dari orang-orang terdekat yang turut andil mempengaruhi berkegiatan positif.

"Semua orang yang pernah saya temui cukup berpengaruh memberikan banyak pelajaran. Tapi yang paling spesial adalah supporter nomor satu dalam yaitu keluarga yang mensupport dengan luar biasa.
khususnya papa dan bunda," jelasnya.

Lahir di Palembang tahun 2004 lalu, siswi SMA Negeri 5 ini tengah fokus mempersiapkan diri menuju tingkat nasional finalis puteri remaja Indonesia 2020, dan menargetkan diri untuk membawa keharuman nama Sumsel di kancah nasional.

Menjadi kebanggaan terpilih sebagai perwakilan puteri remaja dari Sumsel. Tasya menilai kota Pempek ini memilik ragam keunikan dan kekayaan daerah yang bernilai besar untuk dapat diperkenalkan bersama kota-kota lain di Indonesia.

"Saya berusaha mencapai target, mohon doannya dan supportnya untuk bisa menjadi Puteri Remaja Indonesia 2020," jelasnya.

Sedari kecil telah aktif menjadi individu yang sering mengikuti lomba-lomba modeling antar sekolah dan beberapa even lain. Gadis yang gemar olahraga ini pun menyadari bahwa dirinya adalah tipikal pribadi yang pantang menyerah.

Sebab, denhan potensi yang ia miliki. Tasya mulai mencari wadah organisasi atau platform tepat untuk mengejar ragam kegiatan positif hingga mengikuti audisi Puteri Remaja Indonesia Sumatra selatan 2020.

"Kami diseleksi dan setelah itu terpilih menjadi finalis Sesumatra Selatan. Alhamdulilah dengan semangat, kerja karas dan usaha serta kepercayaan diri saya dinobatkan menjadi Puteri Remaja Sumsel 2020," terangnya.

Walau masih harus berjuang mengejar target menjadi Puteri Remaja Indonesia. Tasya optimis dirinya mampu meraih impiannya itu. Bagi dia, cara pertama mengenalkan Sumsel secara nasional adalah dengan mengedepankan adat istiadat dan mengembangkan budaya Sumsel menjadi inspirasi bangsa.

"Visi saya bakal aktif mendukung program pemerintah serta melakukan aksi sosial dan menjadi contoh milenial yang menginspirasi untuk tetap berprestasi lewat aksi-aksi baik," bebernya.

Sedangkan, bila nanti ia menjadi kandidat Puteri Remaja Indonesia, dirinya bakal memanfaatkan platform atau organisasi yang ditekuni. Seperti mendorong kegiatan positif yang berdanpak besar di masyarakat.

"Menembus semua lapisa masyarakat khususnya remaja melalui media social, media cetak, media online dan terjun langsung ke lapangan," lanjutnya

Sedikit berbagi mengenai pengalaman dia hingga terpilih menjadi Puteri Remaja Sumsel 2020. Tasya antusias menceritakan perjuangannya hingga berhasil mencapai target yang ia kejar selain konsisten mempertahankan nilai akademisi dalam pendidikan dan pelajaran di sekolah yang tetap baik.

Menurut dia, dari banyak cerita menarik, perjuangan paling berkesan menuju pemilihan Puteri Remaja sumsel 2020 adalah ketika satu hari sebelum masuk masa karantina dia harus berlatih catwalk di salah satu rumah sakit di Palembang.

"Jadi H-1 sebelum karantina saya latihan di rumah sakit. Tanpa saya sadari karena harus bersiap menuju final gown competition, saya dimanapun tempat belajar catwalk. Ternyata, saya berlatih di samping kamar mayat," ceritanya.

Kendati ketika latihan sempat mencium aroma tidak sedap dan bukan di lokasi yang mungkin tidak wajar bagi orang lain. Bagi Tasya tidak ada hal yang perlu ditakuti saat fokus belajar. Tasya menyebut, keseriusan bakal mengalahkan rasa khawatir apabila sudah konsisten di satu titik, kerja keras, dan persiapan yang matang.

"Saya yakin tidak ada hasil yang mengkhianati usaha, alhamdulilah hasilnya baik," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Milenial

Komentar