9 Jan 2021 19:55

Gunakan Bahan Go Green, Anggi : Pewarna Tumbuhan Ciptakan Warna Natural

Gunakan Bahan Go Green, Anggi : Pewarna Tumbuhan Ciptakan Warna Natural

Kaganga.com,Palembang - Banyak hal yang dilakukan para seniman di Kota Palembang untuk terus menciptakan trobosan baru dalam karya seninya, salah satunya pembuatan atau pewarnaan pada motif dasar kain, biasanya pewarnaan tersebut selalu yang dilakukan para pembuat kain jumputan Palembang dengan memakai pewarnaan tekstil. Kali ini berbeda , salah satu pengerajin atau pembuat kain di kota Palembang ini menggunakan kain pelangi itu di proses menggunakan bahan pewarna alami go green.

Berada di Jalan Srijaya Negara, Lorong Setiawan nomor 404, Kelurahan Bukit Lama Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Pembuatan kain jumputan ala Owner Galeri Wong Kito Anggi Fitrilia, yang memakai pewarna alami yang berasal dari tumbuhan secang, gambir, mahoni dan kayu-kayuan.


Ia mengatakan, untuk membuat kain jumputan dengan pewarna alami, biasa menggunakan zat warna dari tumbuhan serat-serat pohon, dan larutan dari serbuk kayu-kayuan. Untuk proses pembuatan kain jumputan, harus melalui lima tahapan.

"Mulai dari pembuatan motif, proses mordan kain, proses pembuatan jumputan, proses pembuatan zat warna alam pada tumbuhan dan proses pewarnaan jumputan," katanya

Kemudian hal terpenting, dalam membuat kain jumputan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan.

"Siapin dulu alat seperti pensil, cutter, jarum kasur, paku payung, pendedel dan lainnya, serta menyediakan bahan meliputi karton padi/ karpet (untuk pembuatan motif), hingga bahan pewarna (gambir, secang, tingi, tegaran, indigo) yang nantinya difiksasi dengan tawas, kapur dan tunjung," jelasnya.

Dalam pembuatan motif kain jumputan dengan mencetak gambar, ternyata harus melalui tahapan melukis pola-pola dan proses ikat-jahit. "Pembuatan motif harus benar-benar di perhatikan, biasanya yang dilukis motif lupis, titik tujuh, sumping, gelombang dan banyak lagi sesuai permintaan," lanjutnya

Kemudian untuk proses pewarnaan kain jumputan, Anggi melakukan pencelupan pada motif secara manual. Karena semakin sering dicelupkan, warna bahan alami makin bagus. Paling tidak butuh 10 hingga 20 kali pencelupan agar hasilnya bagus. Makanya, untuk menyelesaikan satu kain jumputan bisa satu minggu.

Bahan alami yang digunakan bisa menghasilkan warna-warna berbeda, misal gambir jadi warna hitam, orange, hijau, lumut dan kuning. Jika menggunakan tegaran, bisa menghasilkan warna kuning dan cokelat.

"Kalau dari serbuk mahoni menghasilkan warna cokelat muda dan cream. Sedangkan serat secang menghasilkan warna pink, ungu dan peach. Ada lagi warna dari fermentasi daun indigo vera yang menjadi warna biru dan hijau,"

Bahkan pembuatan kain jumputan yang diproduksinya sama seperti teknik pembuatan kain jumputan pada umumnya. Hanya saja, kain jumputan Galeri Wong Kito berbeda dari bahan dasar pewarnaan kain.

"Cuma kita pakai pewarna alami. Sempat dulu pake warna tekstil tapi beralih ke pewarna alami. Karena, ternyata larutan dengan pewarna tumbuhan ini menciptakan warna natural dan lebih berwarna kalem tidak terlalu mencolok," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Fashion

Komentar