22 Ags 2020 19:35

Merawat Tanaman Hidroponik, Manfaatkan Balkon Untuk Budidaya Sayur Sehat

Merawat Tanaman Hidroponik, Manfaatkan Balkon Untuk Budidaya Sayur Sehat

Kaganga.com,Palembang- Menanam tanpa media tanah dan menggunakan aliran air atau hidropik mulai banyak dicoba masyarakat di Palembang. Selain menghasilkan tanaman yang segar, hidroponik mudah dilakukan di rumah dengan memanfaatkan balkon untuk budidaya sayur sehat tanpa pestisida.

Pengusaha hidrponik di Palembang, Tias Anggraini, mengatakan, bagi yang ingin memulai bisnis hidroponik, hal utama yang mesti diperhatikan adalah memahami dahulu bagaimana proses penanaman hingga panen. Kemudian harus rajin dan gigih merawat tanaman yang dibudidayakan.

"Pertama persiapkan lahan budidaya hidroponik. Kebetulan saya mulai (budidaya) tahun 2015 karena punya tempat kosong di lantai 3. Awalnya dibantu teman membuat kerangka (media tanam, pipa aliran air serta nutrisi) jadi rooftop garden," katanya.
Selasa (22/08/2020).

Bergelut di dunia hidroponik selama lima tahun, kini sayur hasil panen Tias sudah masuk ke pengepul, supermarket, hotel, restoran dan rumah sakit. Tanaman yang ia budidayakan seperti sayur selada air, selada merah, bayam merah, pakcoy dan kaylan dengan harga jual kisaran Rp25-35 ribu tergantung jenis sayur.

"Bibitnya (sayur) kita beli online pilih yang berkualitas, kemudian saat mulai menanam perhatikan pengaturan cuaca dan sinar matahari karena berpengaruh terhadap pertumbuhan serta perkembangan tanaman," ujarnya.

Saat kali pertama memulai budidaya hidroponik, seseorang mesti mengetahui penempatan menanam tanaman yang tepat. Sebab bila tidak pas, maka harus memindahkan dan menanam ulang tanaman. Karena lokasi yang strategis adalah langsung terpapar matahari agar hasil panen maksimal.


Setelah pembibitan, langkah selanjutnya yang perlu diketahui adalah perawatan tanaman agar tidak terkena hama. Biasanya, hama yang menyerang budidaya hidroponik seperti ulat daun, kutu aphids sejenis serangga dan bahkan burung gereja kalau penanaman di tempat terbuka.

"Waktu pembibitan di pagi hari dan pengairan sebaiknya pagi atau sore hari sekaligus pemberian nutrisi tanaman tanpa pestisida. Bila tanaman kena hama, akar harus dicuci sehingga tidak banyak lumut menempel. Selain itu, perhatikan daun agar tidak menguning dan memiliki bercak hitam," jelas dia.

Selain aktif mengawasi tanaman secara rutin, faktor penting yang membuat sayuran tumbuh adalah menjaga kebersihan saluran pengairan dan perhatikan pH air dengan kadar 6-7. Kemudian untuk menghindari hama burung gereja, sebaiknya buat penutup atau atap lahan dengan jaring-jaring.


Pada saat penanaman awal setelah bibit ditanam, pertumbuhan tanaman hingga masa panen pertama membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Namun, ketika panen awal berhasil dan tunas tanaman masih ada, panen selanjutnya akan lebih singkat waktunya dibandingkan yang awal.

"Untuk hasil panen saya pribadi dalam sehari bisa menghasilkan 10-15 kg sayuran segar. Karena memang saat penanaman, sudah banyak konsumen yang menunggu untuk memesan. Kondisi sekarang pandemik COVID-19, yang order dominan dari rumah sakit karena untuk katering," ungkapnya

Kalau biasanya dalam satu bulan ia mampu memanen sayuran hingga 100-200 kg. Saat pandemik COVID-19 pesanan hidroponik meningkat sampai 100 persen. "Mungkin karena banyak yang nyari untuk jaga kesehatan dan imun tubuh di situasi sekarang, makanya banyak beli sayur terutama yang beli selada air," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Hidroponik

Komentar