4 Mar 2018 12:00

Onychophagia: Kebiasaan Gigit Kuku, Cek Efek dan Solusinya

Onychophagia: Kebiasaan Gigit Kuku, Cek Efek dan Solusinya

kaganga.com - Apakah Anda memiliki kebiasaan menggigit kuku? Atau sedang mencoba menghentikan kebiasaan tersebut?

Dilansir dari Psychology Today, penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 50% orang dewasa menggigit kuku mereka sampai tingkat tertentu. Kebiasaan menggigit kuku yang konstan atau kronis memiliki sebuah istilah, yaitu onychophagia.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Case Report in Dentistry pada 2016 mengungkapkan bahwa menggigit kuku merupakan salah satu kebiasaan yang paling umum terjadi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Padahal, kebiasaan ini sebenarnya tidak tepat untuk dilakukan.

Kebiasaan menggigit kuku bukannya tanpa konsekuensi. Kebiasaan ini bisa mengakibatkan infeksi atau nyeri di lapisan dasar yang membentuk kuku jari tangan ataupun kaki.

Ditambah, menempatkan jari di tangan Anda terus menerus tidaklah terlihat etis.

Berikut adalah beberapa strategi untuk menghentikan kebiasaan tersebut yang patut Anda coba :

1. Cari tahu alasan Anda melakukan kebiasaan tersebut,
Seperti yang ditunjukkan American Academy of Dermatology (AAD), awal dari kebiasaan Anda mulai menggigit kuku mungkin karena adanya kulit kuku yang robek, merasa cemas, atau bosan. Ketika Anda menyadari apa yang memicu kebiasaan menggigit kuku, ambilah jeda, tarik napas, dan segera alihkan perhatian untuk melakukan hal yang lain.

2. Bagi wanita, tetap jaga kuku dilapisi kuteks
Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah menjaga kuku selalu dicat dan terlihat bagus. Ini bisa menjadi usaha yang agak membutuhkan biaya untuk dilakukan, tapi patut dicoba.

Selain memberi kesan indah dan bersih pada kuku, dengan mengecat jari kuku Anda akan perlahan menghentikan kebiasaan mengigit kuku yang sering dilakukan.

3. Ganti dengan kebiasaan yang baru
Seorang psikolog, Jeremy Dean, mengatakan bahwa taktik yang bagus adalah mengganti kebiasaan ini dengan yang lain, seperti mengunyah permen karet, menggosokkan kedua tangan, atau memiliki semacam mainan yang dapat dimainkan dan melakukan peregangan.

Dia juga menjelaskan bahwa, secara umum, jika Anda ingin menghentikan kebiasaan menggigit kuku maka Anda benar-benar harus menginginkannya. Jika Anda tidak benar-benar ingin mengubah kebiasaan itu, maka Anda sama sekali tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkan.

4. Jaga kuku tetap pendek
Tidak ada yang bisa digigit, bukan? Bahkan, jika Anda secara rutin mengecat kuku atau merawatnya serta selalu memotong pendek kuku, hal ini akan menjadi pengingat bahwa Anda telah melakukan upaya untuk mengubah kebiasaan tersebut.

5. Ubah pola pikir 'semua atau tidak sama sekali'
Dalam sebuah artikel untuk blog Quick and Dirty Tips, psikolog Ellen Hendriksen, Ph.D. menulis bahwa mengubah pola pikir ‘semua-atau-tidak sama sekali’ bisa menjadi cara yang sangat baik untuk mulai mengubah kebiasaan apa pun. Termasuk kebiasaan menggigit kuku Anda.

Dia menyarankan untuk mengubah proses berpikir dari, "Saya akan berhenti sekarang," menjadi "Saya akan mulai berlatih untuk berhenti dari sekarang."

Intinya, cobalah lakukan perubahaan kebiasaan tersebut mulai sekarang. Namun, lakukan secara perlahan dan tidak perlu memaksakan harus berubah saat ini juga.

Pasalnya, mengubah kebiasaan menggigit kuku memerlukan waktu, kesabaran, juga komitmen. Tetaplah yakin bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Gigit Kuku Health

Komentar