6 Mei 2017 04:35 | 29

Selain Tempat Berbelanja, Mal Harus Jadi Pusat Komunitas

Selain Tempat Berbelanja, Mal Harus Jadi Pusat Komunitas

Kaganga.com - Era digital seperti saat ini menjadi tantangan bagi pelaku bisnis seperti pusat perbelanjaan. Khususnya, dengan kehadiran bisnis e-commerce atau jual beli via online.

Maka pengusaha mal perlu menyiapkan strategi menghadapi tantangan tersebut. Direktur Ritel dan Operasi Ciputra Group Sugwantono Tanto menilai, wajah mal yang selama ini dikenal sebagai tempat untuk berbelanja ke depannya mesti diubah.

"Kalau kita sebenarnya percaya, shopping center itu bukan tempat belanja. Shopping center itu harus jadi community center. Itu kalau kita survive, bertahan, kan yang paling penting traffic orang datang," katanya.

"Makanya konsep kita di shopping center adalah bagaimana kita membuat ini jadi community center. Kita berpikirnya adalah market atau sekeliling kita, area kita, itu datang ke mal. Terlepas dari tujuannya belanja atau enggak belanja," lanjutnya.

Menurut dia, utamanya adalah bagaimana daya tariknya agar orang-orang mau datang ke mal tanpa harus memikirkan bagaimana caranya agar mereka yang berkunjung ke mal bersedia berbelanja. "Kalau orang datang belanja itu akan terjadi dengan sendirinya. Asal kita bisa meletakkan tenant-tenant, toko, atau restoran, itu sesuai di tempat dengan orang yang datang.

Transaksi itu akan datang dengan sendirinya," lanjutnya. "Yang penting adalah bagaimana kita menciptakan banyak kegiatan, aktivitasnya, yang menimbulkan kebutuhan orang untuk berinteraksi di sana," tambahnya.

Penulis : Satria Nugroho
Editor : Roy JM

Tag : Mal

Komentar