11 Okt 2018 18:00

2 Tahun DPO, Pelarian Wahyu Terhenti

2 Tahun DPO, Pelarian Wahyu Terhenti

Dendam Karena Cemburu

Kaganga.com, Palembang - Jajaran Jatanras Polda Sumsel berhasil membekuk Wahyu Ap bin Wahidin (23), warga Jl.K H Wahid Hasyim lrg Sepakat Rt.001 Rw.001 Kelurahan 8 Ulu Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, Selasa (9/10/2018).

Tersangka merupakan DPO kasus pembunuhan dan pencurian disertai kekerasan dengan korban bernama Edo. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 30 Juni 2016, pukul 01.30 WIB di Jl. Yusuf Singadikane Kertapati Palembang.

Pembunuhan tersebut telah direncanakan oleh tersangka Wahyu dan rekannya bernama Ogik (DPO). Dendam akibat cemburu merupakan pemicu pembunuhan itu terjadi. Alasan tersebut diakui pelaku dihadapan petugas. 

"Saya cemburu karena pacar saya Ra berselingkuh dengan Edo. Kami sudah satu tahun menjalin hubungan, itu yang membuat saya emosi dan ingin membuat perhitungan dengan Edo", ucapnya ketika gelar perkara di gedung Jatanras Polda Sumsel, Kamis (11/10/2018).

Menurut pengakuannya, tersangka mengajak temannya Ogik (DPO) untuk menghabisi nyawa Edo. Bermodalkan balok kayu, Wahyu yang dibantu temannya memukul kepala korban sebanyak tiga kali, sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Setelah tahu korban sudah tidak bernyawa, kedua pelaku meninggalkan korban dan melarikan diri dengan membawa sepeda motor milik korban dengan nopol BG 2859 TO dan ponsel milik korban ke daerah Lampung.

Menurut Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yoga Baskara, pelaku Wahyu ditangkap di Jl. RE Martadinata, ketika pelaku sedang berjalan kaki. Karena berusaha kabur, petugas melumpuhkan tersangka dengan menembak kakinya.

"Pada hari Selasa (9/10/2018), sekitar pukul 13.00 WIB, kami menangkap pelaku pembunuhan dan curas bernama Wahyu di sekitar Jl. RE Martadinata. Karena pelaku berusaha kabur, kami terpaksa memberikan tindakan terukur dengan menembak kaki tersangka tersebut", ucapnya pada gelar perkara di gedung Jatanras Polda  Sumsel.

Yoga Baskara mengatakan pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti berupa 1 unit motor Yamaha Mio warna putih milik korban.

"Pelaku akan kita jerat dengan pasal berlapis, pasal 340 KUHP atas tindakan  pembunuhan berncana dan 365 Ayat 3 atas tindakan pencurian yang menyebabkan korban meninggal dunia", ungkapnya.

Jajarannya juga akan terus mencari salah satu pelaku lainnya, yaitu Ogik yang masih buron hingga saat ini.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : hukrim DPO Cemburu

Komentar