18 Ags 2019 10:35

7.723 Napi di Sumsel Dapat Remisi, 198 Bebas 

7.723 Napi di Sumsel Dapat Remisi, 198 Bebas 

Kaganga.com, Palembang - Pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74, sebanyak 7.723 Narapidana mendapatkan Remisi umum. Selain itu ada 198 Narapidana umum dan tahanan anak mendapatkan remisi Bebas. Remisi ini didapatkan karena mereka mencukupi beberapa syarat untuk mendapatkan remisi.  

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Sumatera Selatan, Dr. H. Sudirman D. Hury mengatakan bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mendapatkan Remisi Umum telah memenuhi persyaratan diantaranya.   1. Telah menjalani pidana selama 6 bulan atau lebih pada tanggal 17 Agustus 2019. 2. Berkelakuan Baik, yaitu mentaati peraturan yang berlaku dan tidak di kenakan tindakan disiplin selama kurun waktu yang di perhitungkan untuk pemberian remisi dan 3. Mendapat Remisi Tambahan apabila bagi narapidan berbuat jada pada negara, melakukan perbuatan yang bermanfaat bagi negara atau kemanusian. 

"Ya, 198 narapidana langsung bebas, sedagkan Yang Mendapat remisi 1 bulan sebanyak 1.816 orang, remisi 2 bulan 1.712 orang, remisi 3 bulan 2.103 orang dan remisi 4 bulan 1.235 orang. Kemudian mendapat remisi 5 bulan sebanyak 720 orang dan remisi 6 bulan 137 orang. Jumlah ini keseluruhan dari semua Lapas di Provinsi Sumsel," kata Sudirman, Kemarin Sabtu (17/8/2019). 

Lanjut dia, selain narapidana umum. narapidana/tahanan anak didik di 20 lembaga pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara dan Cabang Rumah Tahanan Negara sewilayah Sumsel juga menerima remisi.   "tahanan anak ada 14.153 orang yang menerima remisi, terdiri dari Narapidana dan anak pidana sebanyak 11.274 orang dan tahanan sebanyak 2.879 orang," ungkapnya.  

Sementara itu, Gubernur Sumsel yang mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Pakjo Palembang, Sabtu (17/8) siang. Mengatakan dirinya sudah melihat bahwa anak-anak yang berada di lapas binaan ini sudah mendapatkan didikan, binaan serta dibekali ilmu yang baik. 

"Saya melihat lapas ini adalah dengan ruang lingkup yang terbatas namun dari segi pendidikannya mereka tidak terbatas sama saja dengan anak-anak diluar sana mereka di didik dan dibina. Mudah-mudahan anak-anak kita (keluarga binaan) setelah habis masa hukumannya dapat diterima di masyarakat sebagaimana masyarakat umumnya. Karena setelah kembali ke masyarakat mereka telah dibekali ilmu yang baik bahkan ilmu keterampilan yang belum tentu didapat oleh anak diluar sana,"katanya. 

Melihat hasil keterampilan yang di buat oleh para keluarga binaan, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta untuk dipromosikan agar kedepan barang -barang hasil kreatifitas yang berada didalam sini itu dapat dipasarkan sehingga menjadi ajang pelatihan bagi mereka ketika nanti mereka keluar dari  LP. Akan lebih baik jika anak-anak tersebut bisa menjadi wirausahawan tergabung UMKM usai menjalani masa hukumannya. 

"Keterampilan-keterampilan dengan memiliki produk salah satu tanjak yang dihasilkan oleh anak-anak lapas. Saya intruksikan kepada seluruh Dinas terkait baik dari Provinsi, Kabupaten/Kota untuk menjadikan ini mitra untuk dapat diproduksi seperti bahan- bahannya termasuk nanti menjualnya. Saya apresiasi kepada Kemenkumhan yang telah memberikan terbaik terhadap keluaraga binaan," pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Remisi Napi Umum

Komentar