16 Des 2020 19:55

Akhir Pelarian Begal Sadis Supir Taksi Online di Palembang

Akhir Pelarian Begal Sadis Supir Taksi Online di Palembang

Kaganga.com, Palembang - Pelarian MB (25), tersangka begal sadis supir taksi online bernama Rian, akhirnya berakhir.

Warga Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan, akhirnya dilumpuhkan oleh anggota Unit II Subdit III Jatanras Polda Sumsel, dengan timah panas, pada hari Minggu (13/12/2020) lalu.

MB sendiri menjadi salah satu dari dua tersangka begal sadis korban bernama Rian, di Jalan Noerdin Pandji Palembang, pada hari Jumat (18/9/2020) lalu.

Saat beraksi, peran MB yaitu memukul korban dengan besi yang sudah disiapkannya, sedangkan satu tersangka lagi yang masih buron yaitu MT.

Setelah didesak, tersangka MB akhirnya mengaku, jika dialah yang menjadi otak perampokan tersebut.

Diakui MB, pisau dan besi sudah terlebih dahulu disiapkannya sebelum memesan taksi online.

Besi tersebut diberikannya ke MT, sedangkan pisau yang disimpannya digunakan untuk menusuk korban dari arah samping.

“Teman saya yang memukul korban pakai besi itu,” ungkap MB, saat diinterogasi di Polda Sumsel, Rabu (16/12/2020).

Saat itu, MB menusuk di bagian leher dan dada korban, hingga korban mengalami luka yang cukup parah.

Namun, nyawa korban masih selamat setelah korban melompat, dari mobil yang sedang dibawanya.

Karena melihat korban sudah melarikan diri dengan kondisi tak berdaya, MT dan MB langsung membawa kendaraan dan ponsel korban.

Barang bukti tersebut, dibawa kedua tersangka ke Pulau Rimau Banyuasin.
Mereka berencana akan menjual mobil korban.

Namun karena takut, kendaraan korban akhirnya ditinggalkan di tengah hutan.

“Di dalam dompet korban hanya berisi Rp80.000, tapi ponselnya kita jual seharga Rp700.000. Uangnya habis di jalan saja,” katanya.

Sebelum membegal korban, MB sendiri ternyata menjadi residivis kasus penggelapan mobil di Lampung Selatan, dan sempat dipenjara selama 1,8 tahun.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi melalui Kanit II Kompol Bahtiar menuturkan, tersangka ditangkap karena terlibat kasus pencurian dengan kekerasan

“Korban sempat dianiaya, hingga mengalami luka yang cukup parah di bagian kepalanya. Atas perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara di atas 5 tahun, karena terjerat Pasal 365 KUHP,” ujarnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : hukrim

Komentar