3 Jan 2018 11:15 | 58

Aniaya Istri, Suami Ditahan Polisi

Aniaya Istri, Suami Ditahan Polisi

Kaganga.com, Muara Enim - Jajaran Polsek Rambang Lubai, akhirnya menahan Sumarlan (50), warga Desa Aur, Kecamatan Lubai, Muara Enim, sekitar pukul 12.30 WIB Rabu (3/1). Lantaran tersandung kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Pelaku yang berprofesi petani ini, dilaporkan oleh istrinya Sukmawati (42) ke Mapolsek Rambang Lubai, dengan laporan Polisi nomor
LP/B/01/I/2017/SUMSEL /RES.MA.ENIM/SEK.R.LUBAI, 1 Januari 2018, tentang tindak pidana KDRT sebagamana dimaksud dalam Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

“Kami melakukan penahanan terhadap pelaku KDRT ini atas dasar laporan dari istrinya sendiri, terkait perbuatan kekerasan dalam rumah tangga tersebut. Laporan itu kita tindak lanjuti untuk dilakukan proses lebih lanjut,”ujar Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan melalui Kapolsek Rambang Lubai AKP Indra didampingi Kasubag Humas AKP Arsyad.

Data yang dihimpun menyebutkan, kejadian KDRT dilakukan pelaku hari Sabtu (30/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Pada saat itu pelaku bangun tidur dan marah-marah kepada Desti Wulan Safitri anaknya. Lantaran pelaku minta badannya dikerok oleh anaknya hingga tertidur diruang tamu.

Korban saat itu tengah berada didapur mengatakan kepada pelaku jangan marah-marah sama anak. Pelaku pun langsung menyambangi korban ke dapur dan melakukan penganiayaan kepada istrinya hingga mengalami luka lebam dibagian pinggang dan luka robek tanganan kanan.

Atas kejadian tersebut korban langsung berobat ke puskemas dan melaporkan perbuatan suaminya ke Polsek Rambang Lubai. “Dari kejadian dugaan kekerasan ini, diperkuat dengan saksi-saksi. Di samping itu dengan dasar hasil visum dokter,”jelasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : KDRT

Komentar