3 Jul 2020 17:30

Biadab, Seorang Ayah Tega Perkosa Dua Anak Kandungnya

Biadab, Seorang Ayah Tega Perkosa Dua Anak Kandungnya

Kaganga.com, OKI - Sungguh biadab apa yang telah dilakukan oleh Idris (41) yang tega memperkosa anak kandungannya. Lalu, Helmiadi alias Konoi (63), yang telah memperkosa anak di bawah umur, tak lain adalah tetangganya sendiri.

Adapun yang dilakukan Idris (41) warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Mesuji Raya, yang tega memperkosa dua anak  sendiri tersebut telah dilakukannya sejak tahun 2016 yang lalu. Pelaku juga mengaku, telah tiga kali melakukan pemerkosaan terhadap kedua putrinya itu. Dengan alasan, istrinya tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan syahwatnya.

"Saya khilaf dan menyesal. Saya melakukannya, karena istri saya tidak bisa lagi melayani kebutuhan biologis saya,”ucapnya.

Sementara Helmiadi alias Konoi (63), kasusnya terpisah, yang telah memperkosa anak tetangganya yang masih berusia 10 tahun.

Ia mengaku tergiur dengan kemolekan tubuh korban, sehingga mengajak korban pergi ke rumah  kosong dan mencabulinya, dengan imbalan uang Rp 10-15 ribu.

Kapolres OKI,  AKBP Alamsyah Pelupessy, mengungkapkan, terkait kasus persetubuhan yang dilakukan ayah kandung, sebenarnya sudah dilakukan pelaku sejak 2016 pada anak pertamanya berinisial SA (16). Lalu, di tahun 2019 sampai ditangkap pelaku menyetubuhi anak kedua berinisial SP (14).

“Kejadian terakhir menyebabkan pelaku ditangkap, saat itu pelaku mengajak korban ke rumah teman pelaku. Lalu, dalam perjalanan pelaku singgah di perkebunan sawit yang ada rumah kecil, seperti biasa pelaku memaksa dan mengancam untuk  melakukan persetubuhan,"ujar Kapolres OKI saat gelar Press Conference di Mapolres OKI, Jum'at, (03/07/2020)

Lanjut Kapolres, kemudian korban memberanikan diri ke ketua RT. Lalu,  ketua RT melaporkan kasusnya ke Polsek Mesuji Raya. Selanjutnya kasus dilimpahkan ke unit PPA Polres OKI.

"Dalam kasus ini pelaku dikenakan pasal 81 ayat 2 UU No 35 tetang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara, denda Rp5 miliar ditambah sepertiga dari ancaman pidana, karena pelaku merupakan ayah kandung korban,"jelasnya.

Selanjutnya kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Helmiadi (63), Kapolres OKI, menjelaskan, untuk kasus yang satu ini terjadi di Desa Pedamaran 4, Kecamatan Pedamaran. Korbanya anak di bawah umur, berinisial S (10).

"Kasus ini terjadi sejak Maret  hingga terakhir Juni 2020,  korban merupakan tetangga pelaku. Pelaku sendiri sudah memiliki empat anak dan tiga cucu,"jelasnya.

Tambahnya, ketika pelaku ingin melakukan perbuatan tersebut untuk keempat kalinya dan ditempat yang sama kepergok oleh pihak keluarga korban, sehingga pihak keluarga lansung melaporkan kejadian tersebut.

“Jadi pelaku memperkosa korban sudah tiga kali dan pada kejadian keempat kepergok pihak keluarga korban, sehingga pelaku langsung dilaporkan ke Polsek setempat," imbuhnya.

Masih kata Kapolres OKI, kejadian seperti ini mungkin banyak terjadi  dan malu melaporkan untuk  dilakukan  proses, takut namanya tercemar. Kalau tidak diberikan  efek jera, kejadian seperti  ini akan lebih banyak lagi terjadi.

“Sebagai orang tua seharusnya peduli serta memberikan edukasi, jangan sampai mudah bergaul dengan orang lain dan harus tegas dalam pengawasan,” himbaunya.

Hingga saat ini, lanjut Kapolres, ada 40 laporan masuk ke unit PPA. Masih banyak kasus yang belum dilaporkan.

"Untuk itu ke depan kita akan melakukan  kerjasama dengan LSM pemerhati perempuan, guna membuat terobosan kaitannya dengan mencegah kasus seperti ini tidak berkepanjangan,"tandasnya.

Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Riki Okta Putra

Tag : OKI hukrim

Komentar