10 Jun 2020 19:10

DPO Curanmor Menyerah Setelah Ditembak Polisi

DPO Curanmor Menyerah Setelah Ditembak Polisi

Kaganga.com, Palembang - Cukup panjang jejak kriminal yang telah dijalani Feri alias Pepeng (32). Terakhir tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) atas kasus Curanmor. Tapi kali ini Pepeng menyerah setelah Tim Tiger Opsnal Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menembak kakinya karena berusaha kabur dan melawan saat hendak ditangkap.


 

Pria yang setidaknya sudah empat kali keluar masuk penjara tersebut, seakan tidak kenal lelah untuk melakukan tindak pencurian sepeda motor.


Pepeng yang diketahui warga Jalan Puncak Sekuning, Lorok Pakjo, Ilir Barat I, Palembang tersebut diringkus petugas Pidum, pimpinan Kasubnit Pidum, Ipda Andrian saat tengah nongkrong di kawasan TPU Puncak Sekuning.


“Kita terpaksa melumpuhkannya dengan tindakan tegas. Saat ditangkap pelaku ini melawan dan hendak kabur. Tembakan peringatan ke atas pun tidak dihiraukan,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kasubnit Pidum, Ipda Andrian, Rabu (10/6/2020).

Andrian mengatakan Pepeng memang spesialis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Palembang. Kawasan aksinya kawasan Bukit Besar, Ilir Barat I Palembang, ia juga sudah 4 kali keluar masuk penjara.

“Pelaku ini baru saja keluar penjara. Pelaku memang merupakan TO kita yang sudah kita incar. Nah saat keberadaannya kita ketahui, tak mau kecolongan lagi, Pepeng pun langsung kita ringkus,” terangnya.

Andrian menegaskan atas ulahnya, pelaku dijerat pasal 364 KUHP dengan ancaman kurungan penjara diatas lima tahun.

Dari informasi yang dihimpun, aksi Pepeng dilakukannya pada November 2019 lalu sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu pemilik motor korban, Rusli (37) warga jalan Puncak Sekuning, Ilir Barat I, Palembang memarkirkan motor matic jenis matic Spacy, warna biru hitam bernopol BG 2547 JW.

Tidak terima motornya dicuri, korban pun membuat laporan kepolisian di Mapolsek Ilir Barat I Palembang. Saat itu, pelaku menjalankan aksinya bersama rekannya bernama Deni yang sudah lebih dulu ditangkap pihak kepolisian.

Sementara itu, pelaku Pepeng saat dimintai keterangan hanya bisa meringis kesakitan.


“Jujur saat itu saya khilaf dan tak ada pekerjaan. Saya waktu ini beraksi bersama teman Deni, dia sudah duluan ditangkap,” imbuhnya.

Saat melancarkan aksinya Deni tertangkap warga. “Namun saya berhasil lolos. Dan saya pun jarang keluar rumah, hanya dirumah saja. Mungkin ini apesnya saya tak menyangka bakal ditangkap, ” tutupnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : curanmor

Komentar