1 Apr 2020 20:05

Enam Truk Pengangkut Pasir Mineral Ikutan Hasil Pengolahan Pasir Timah Diamankan Polda Sumsel

Enam Truk Pengangkut Pasir Mineral Ikutan Hasil Pengolahan Pasir Timah Diamankan Polda Sumsel

Kaganga.com, Palembang - Sat Reskrimsus Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengamankan enam unit truk beserta 6 sopir dan satu kernet yang mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah di Jalan Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin pada Jumat (27/3) kemarin.


Keenam truk pengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah ini diduga berasal dari provinsi Bangka Belitung.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol H Anton Setiyawan melalui Kasubdit Tipidter AKBP Ahmad Gusti menuturkan penangkapan enam truk yang diduga mengangkut pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah berawal dari tertangkapnya dua unit truk yang tertangkap lebih dulu.

Dua unit yang ditangkap adalah truk dengan No. Pol BG 8702 UT yang dikemudikan oleh Gunadi Effendi dan Truk No. Pol BG 8047 UC yang dikemudikan Rudi Aprianto. Kedua truk ini melintas di Jalan Tanjung Api Api, Sungsang, Banyuasin Jumat (27/3) sekitar 14.30 WIB.


“Di dalam truk ini masing-masing bermuatan kurang lebih 1000 potong batako yang diduga terbuat dari pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah,” ujar AKBP Ahmad Gusti saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2020).


Di hari yang sama sekitar pukul 19.30 WIB, anggotanya mengamankan empat truk pengangkut pasir yang sama.

Keempat truk ditangkap tersebut yaitu Truk dengan No. Pol BG 8437 KJ yang dikemudikan Aan (32), truk dengan No. Pol BG 8568 UN yang dikemudikan Herdi (52), truk dengan No Pol B 9402 UDD yang dikemudikan Zul Akwan (53) dan kernetnya M. Reza (26) dan truk dengan No Pol BG 8652 UN yang dikemudikan Yudiansyah (33).

Muatan truk masing-masing berisi 1000 potong batako yang diduga terbuat dari pasir jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah.


“Modus yang digunakan yakni pasir yang diduga jenis mineral ikutan hasil pengolahan pasir timah di ambil dari lokasi percetakan batako di Koba, Kota Pangkal Pinang, Bangka. Lalu dibawa ke Palembang melalui pelabuhan laut dengan angkutan truk ke Kota Palembang,” jelasnya.


Saat ini barang bukti enam unit truk beserta muatan dan enam orang sopir dan satu kernet masih menjalani pemeriksaan, dan terancam dengan pasal 158 dan atau pasal 161 UU no. 4 tahun 2009 tentang Minerba dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : hukrim truk ilegal

Komentar