11 Mei 2019 20:55

Ibu Korban Mutilasi Merasa Waswas Berapa Hari Menjelang Kematian Anaknya

Ibu Korban Mutilasi Merasa Waswas  Berapa Hari Menjelang Kematian Anaknya

Kaganga.com, Palembang - Isak tangis keluarga korban mutilasi VO, mengiringi kepergian wanita berusia 21 tahun ini ke peristirahatan terakhir, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Telaga Sewidak, Kelurahan 16 Ulu Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada hari Sabtu (11/5/2019).

VO ditemukan tewas dengan kondisi tubuh terpotong pada hari Jumat (10/5/2019), di penginapan di Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Sumsel.

Warga Jalan KH Azhari Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu II Palembang ini, diketahui sudah menghilang sejak awal bulan ramadhan.

Ibu korban TN (45) mengatakan, sejak beberapa hari terakhir dia kehilangan kontak anaknya. Padahal biasanya seusai pulang kerja di minimarket waralaba di Palembang, VO langsung pulang ke rumah.

“Kami sudah mencari keberadaan VO, karena sudah beberapa hari tidak ada kabar. Sempat mencari juga ke rumah keluarga dan teman-temannya, tapi tidak ketemu,” ujarnya.

TN melihat terakhir kali anaknya berangkat kerja pada hari Selasa (8/5/2019). Setelah itu dia sulit menghubungi anak perempuannya tersebut. Dia menduga, VO dijemput pacarnya bernama Deri, seusai pulang kerja.

Di tengah rasa cemas mencari keberadaan anaknya,  TN sekeluarga merasa terpukul karena mendapati anaknya pulang dalam keadaan meninggal dunia.

Sosok VO di mata ibunya, merupakan anak yang tidak segan berbagi cerita dengannya, termasuk kisah asmaranya dengan Deri.

“Anak saya sering curhat ke saya tentang pacarnya yang bernama Deri. Pacar anak saya ini disebut mempunyai sifat pencemburu dan sering memukuli anak saya,” katanya.

Insiden penganiayaan yang dialami VO juga diceritakan korban ke Mia (21), salah satu teman korban. Sekitar dua minggu lalu, VO mengeluhkan kondisinya saat Mia bertandang ke rumah korban.

“Dia cerita ingin pisah dari pacarnya, karena sudah tidak sanggup meneruskan hubungan mereka. Pacar VO sering memukul dan menyiksanya,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Salta (21), salah satu teman korban, bahwa kekasih VO mempunyai sifat yang temperamen dan ringan tangan. Padahal karakter VO yang pendiam, berbanding terbalik dengan sifat kekasihnya.

Salta mengingat cerita VO tentang kekasihnya, yang sering memukulnya, bahkan pernah membenturkan kepala korban ke tembok hingga terluka.

“Beberapa kali bertemu, dia memang sering cerita kalau ingin mengakhiri hubungan dengan kekasihnya. Karena sudah tidak tahan disiksa terus,” ungkapnya.

Kekasih VO dikenalnya sebagai salah satu oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Sumsel

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Mutilasi Indomart

Komentar