18 Jan 2017 09:50

Ingin Dapatkan Beasiswa, Wali Murid Malah Tertipu

Ingin Dapatkan Beasiswa, Wali Murid Malah Tertipu

Kaganga.com, Palembang - Nasib sial dialami Ni Ketut Suandri (48), seorang wali murid kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Karya Ibu Palembang ini. Pasalnya, berharap mendapatkan uang beasiswa, namun kenyataanya ia malah harus tertipu hingga Rp 10 juta.

Kejadian itu, dilaporkan ibu rumah tangga (IRT) yang tinggal di Jalan Ponorogo I, Lorong Mawar III, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang untuk membuat pengaduan, Selasa (17/1) siang.

Ketut menjelaskan, kejadian itu berawal ketika ia mendapatkan telepon dari seseorang yang mengatasnamakan kepala sekolah Karya Ibu Muhammad Ali (49). Dimana, orang tersebut mengabarkan jika anaknya Ni Made Tiara (14) merupakan siswa berprestasi, dan berhak mendapatkan beasiswa.

Namun, penelpon tersebut mengatakan jika uang sebesar Rp 5,7 juta tidak dapat dicairkan secara langsung, melainkan harus via transfer. Lantas, pelaku memintanya mendatangi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) untuj melihat apakah uang yang dijanjikan itu sudah diterima atau belum.

Merasa percaya, Ketut akhirnya pergi ke ATM di kawasan Jalan Abusama, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang. Setibanya di sana, pelaku meminta Ketut menekan kedo 12014609012343, sebagai tanda dimulainya proses pencarian uang beasiswa tersebut.

"Sampai tiga kali dia minta tekan kode itu, dan saya terus mengecek uang tersebut tetapi tidak bertambah. Melainkan, uang saya yang ada di buku tabungan sudah terkuras habis. Saya percaya, karena beberapa hadib kemarin, anak saya disuruh mengumpul data-data," terangnya. .

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Karya Ibu Muhammad Ali ketika dimintai konfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, beberapa waktu lalu, pihaknya menerima email dari Kementerian Pendidikan yang mengatakan adanya bantuan beasiswa siswa berprestasi.

"Kami mendapatkan email dari Dapodik yang mengatakan akan mendapat bantuan beasiswa untuk siswa berprestasi, lalu kami mengirimkan data-data siswa yang berprestasi itu ke email itu," jelasnya saat menemani wali murid membuat pengaduan di SPKT Polresta Palembang.

ia tidak mengetahui kalau email tersebut merupakan palsu. Pihaknya merasa kecolongan dengan adanya penipuan tersebut. "Memang sering kami mendapat email itu dan mengirimkan data. Selama ini semuanya baik-baik saja, baru sekali ini kejadian seperti ini," jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban, selanjutan akan segera ditindak lanjuti. "Laporan dari korban sudah kita terima, akan segera kita proses," tegas Marully.

Penulis : Rian Pratama
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Penipuan Beasiswa

Komentar