14 Des 2020 20:10

Kapolda Sumsel Pecat 8 Orang Polisi, dari Kasus Desersi Hingga Narkoba

Kapolda Sumsel Pecat 8 Orang Polisi, dari Kasus Desersi Hingga Narkoba

Kaganga.com, Palembang - Tindak tegas dilakukan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri kepada bawahannya.

Sebanyak delapan personil Kepolisian Daerah Sumsel, langsung diberi sanksi tegas berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Sanksi tersebut diberikan karena para personil terbukti bersalah melakukan tindak pidana, yaitu penyalahgunaan narkotika dan disersi.

Kapolda Sumsel mengungkapkan, tiga dari delapan personil yang diberi sanksi tegas merupakan personik yang bertugas di Mapolda Sumsel.

Lalu, lima personil lainnya bertugas di jajaran Kepolisian Resor (Polres) di Sumsel.

Ketiga personil yang bertugas di Mapolda Sumsel yang diberikan sanksi tegas PTDH, yakni Brigadir Agus Dianto yang bertugas di Bagian Pelayanan Masyarakat Polda Sumsel.

Mereka terjerat kasus penggelapan dengan pemberatan.

Salah satunya Agus Dianto, yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dengan pemberatan.

"Saat ini dia telah ditahan di Rutan Prabumulih, dengan pidana penjara selama 4,6 tahun," ucapnya, saat melakukan apel PDTH di Mapolda Sumsel, Senin (14/12/2020).

Lalu dua personil lainnya yakni Brigadir Hendy Afrizal dari Direktorat Samapta Polda Sumsel dan Briptu Anton Budiarto dari SPN Polda Sumsel.

Mereka berdua terjerat kasus pengingkaran tugas atau jabatan tanpa permisi, dan dilakukan dengan tanpa tujuan kembali atau desersi.

"Brigadir Hendy Afrizal sudah 6 kali diberi Surat Keputusan Hukuman Disiplin (SKHD), dan desersi sejak Januari 2019 sampai sekarang. Sedangkan Briptu Anton Budiarto sudah 4 kali diberi SKHD dan desersi 2 tahun," ungkapnya.

Sementara untuk personil yang di PTDH dari jajaran Polres yakni dari Polres Lubuk Linggau 2 personil, Polres Ogan Komering Ilir (OKI) 1 personil dan 2 personil dari Polres Empat Lawang.

Bripka Tomi Hermanto dari Polres Lubuk Linggau dengan SKHD 3 kali dan desersi selama 4 tahun.

Brigadir Aliluddin Damanik dari Polres OKI terjerat kasus narkoba, dan dijatuhkan hukuman pidana penjara selama tiga tahun.

Lalu, Briptu Sony Akolayoda dari Polres Empat Lawang dengan 3 kali SKHD dan desersi 2 tahun.

Briptu Arif Hidayattullah dari Polres Empat Lawang terjerat kasus narkoba, ditahan di Rutan Lubuk Linggau dengan vonis 12 tahun dari Pengadilan Negri Lubuk Linggau.

"Lalu Bripda Kapatrea dari Polres Lubuk Linggau, telah SKHD 3 kali dan desersi empat tahun," katanya.

Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan, sanksi tegas berupa PTDH tersebut merupakan salah satu wujud dan bentuk realisasi komitmen pimpinan Polri, dalam memberikan sanksi tegas berupa punishment.

"Ini sanksi hukuman bagi anggota yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran disiplin maupun kode etik Kepolisian," ujarnya.

Kapolda Sumsel juga berpesan kepada seluruh personel, agar terus meningkatkan kedisiplinan pribadi dan kesatuan.

Serta dia meminta untuk menghindari tingkah laku negatif, tutur kata dan sikap-sikap seperti arogansi, individualisme dan apatis sehingga dapat menjadi tauladan bagi keluarga dan masyarakat.

Irjen Pol Eko Indra Heri mengharapkan kepada personil lainnya, untuk terus lakukan pembinaan dan tidak bosan untuk menegur, mengingatkan serta menasehati bila mengetahui rekannya atau anggotanya ada penyimpangan dan pelanggaran.

"Saya berharap tidak ada lagi upacara seperti ini di lain waktu, untuk itu diharapkan untuk seluruh personel dapat mengambil hikmah serta pelajaran dari upacara PTDH ini," ucapnya.

Dia meminta agar PDTH ini, dijadikan sebagai bahan interopeksi diri dan cerminan.

Agar menjadi pribadi yang baik dalam menjalankan tugas secara profesional.

"Dan melaksanakan tugas dengan baik serta bertanggung jawab sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Polda Sumsel PTDH

Komentar