12 Feb 2020 21:00

Kasus Persidangan Pemalsuan Sertifikat "Arifin Theng" Kembali Dihadirkan Di PTUN

Kasus Persidangan Pemalsuan Sertifikat

Kaganga.com, Palembang - Kasus pemalsuan dokumen berupa sertifikat atau surat palsu, dengan sengaja memakai surat-surat palsu atau dipalsukan seolah palsu, dengan terpidana Arifin Theng (49) yang telah divonis majelis hakim satu tahun enam bulan masih terus berlanjut ke babak baru. Kali ini Arifin Theng harus menjalani sidang PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara) yang diketuai Darmawi SH, Rabu (12/02/2020).



Dalam agenda mendengarkan keterangan saksi, dari pihak kuasa tergugat intervensi atasnama Lucia Theng, turut melibatkan dua pihak BPN Kota Palembang, sementara kuasa penggugat, Arifin Theng, menghadirkan dua saksi, yang tinggal di lokasi yang sama.



Menurut kuasa tergugat, Redho Junaidi, Penasehat Hukum Tergugat Intervensi menjelaskan, kliennya atasnama Lusia Theng, memiliki sertifikat No 1714. Bentuk surat-surat kepemilikan sudah dipaparkan ke depan majelis hakim untuk menjadi pertimbangan.



“Di dalam sidang ini, kami menjelaskan objek sengketa itu siapa yang pertama kali menguasai. Dari keterangan saksi yang dihadirkan di sidang ini, membenarkan kalau klien kami lahir dan tinggal disana. Artinya, beliau menjelaskan dan tahu benar klien kami lahir dan tinggal dilokasi tersebut,” jelas Redho Junaidi.



Redho, menambahkan, bukti tertulis dalam bentuk surat-surat tertera dari tahun 1966.



“Namun, jika di SPHnya tertulis dari tahun 1940. Dan seluruh surat menyurat klien kami sudah dikembalikan ke BPN, karena adanya pemalsuan mengikuti amar putusan PN Palembang dan PT,” tegasnya.



Sementara, kuasa Penggugat, Arifin Theng, Marusahutajulu hanya menunggu pihak tergugat untuk menunjukkan bukti-bukti yang diajukan di muka persidangan.



“Kami selaku kuasa penggugat hanya menunggu, apakah yang menjadi bukti-bukti kepemilikan tanah itu yang akan mereka ajukan, kalau yang dilihat dari daftar bukti ini, hanya bukti domisili seseorang dimana dia tinggal saja,” jelasnya.



Marusahutajulu menjelaskan agenda minggu depan masih dalam agenda menghadirkan saksi.



“Belum ada perubahan, minggu depan masih dalam agenda pemeriksaan saksi dari penggugat dan bukti tambahan dari para pihak,” ujarnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pengadilan

Komentar