19 Apr 2017 17:08 | 18

Langgar UU Imigrasi, Warga Negara Pakistan Segea Disidang

Langgar UU Imigrasi, Warga Negara Pakistan Segea Disidang

Kaganga.com, Muara Enim - Setelah dilakukan penyelidikan oleh pihak imigrasi dan berkasnya dinyatakan P21 Oleh Kejaksaaan Negeri Lahat, Warga Negara (WN) Pakistan, Kamran Hasim (31), yang ditangkap di Desa Sadan, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Februari 2017 lalu, akan segera disidangkan di PN Lahat, Rabu (24/4) pekan depan.

Dikatakan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim, Telmaizul Syatri, setelah dilakukan penyelidikan oleh pihaknya, yang bersangkutan terbukti melanggar Pasal 113 Undang Undang (UU) nomor 6 Tahun 2011 tentang keimigrasian dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp100 juta.

"Yang bersangkutan terbukti melanggar UU tentang keimigrasian, yaitu masuk maupun keluar tidak secara resmi dan tidak melakukan pemeriksaan melalui bagian ke imigrasian. Berdasrkan temuan tersebut, maka yang bersangkutan terbukti melanggar dan harus disidangkan," ujar Telmaizul dihadapan wartawan, Rabu (19/4).

Dijelaskannya juga, sebelumnya, pihak Imigrasi Muara Enim telah berkoordinasi dengan kedutan Pakistan untuk memastikan kewarganegaraan tersangka. "Selanjutnya setelah mendapat kepastian maka kami bisa menindak lanjuti perkara ini," tukasnya.

Selanjutnya, usai putusan sidang dan menjalani hukuman, lanjut Telmaizul, yang bersangkutan akan dideportasi kembali ke negaranya serta akan ditangkal selama enam bulan. "Bahkan bisa jadi lebih dari enam bulan," pungkasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, petugas Imigrasi Muara Enim mengamankan WNA asal Paskitan, Kamran Hasim (31), lantaran tak bisa menunjukan surat identitas kependudukan resmi.

Kamran diamankan di kediaman istrinya, Siska Utari, di Desa Sadan, Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, Senin (6/2) pukul 13.00 WIB. Saat diperiksa, Kamran tidak punya dokumen seperti visa perjalanan maupun izin tinggal.

Berdasarkan pemeriksaan, Kamran masuk ke Indonesia tanpa melalui tempat pemeriksaan keimigrasian. Dia masuk dari Malaysia lewat jalur pantai timur Sumatera Utara di Tanjung Balai Asahan menggunakan perahu nelayan.

Penulis : Satria Nugroho

Tag : Imigrasi

Komentar