11 Feb 2021 19:35

Miliki Tanah Di Dekat Area HGU, Warga Digugat Perusahaan

Miliki Tanah Di Dekat Area HGU, Warga Digugat Perusahaan

Kaganga.com, Muara Enim - Karena memiliki tanah secara sah dan berada di dekat areal Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Bumi Sawindo Permai (BSP) seorang warga Desa Darmo bernama Evanizar (45) di gugat secara perdata di Pengadilan Negeri Muara Enim.

Pada persidangan yang berlangsung, Kamis (11/02/2021) di Pengadilan Tinggi Muara Enim beragendakan mendengar keterangan saksi dari pihak tergugat yakni mantan Kades Darmo, Saparudin MC, dan dua saksi lainnya.

Pada sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Elvian Adrian, SH MH, serta hakim anggota, Arpisol SH, dan Haryanto Das’at SH MH, saksi menerangkan bahwa, sejak dirinya menjabat menjadi kades sejak tahun 1993 hingga 2001, tanah seluas empat hekatar itu tidak pernah ada ganti rugi dan jual beli dari pihak perusahaan terhadap tanah milik terlapor.

“Belum pwrnah ada ganti rugi dari perusahaan. Sedangkan sebelum terlapor membeli dan mengolah tanah tersebut menjadi kebun sawit, tanah tersebut merupakan kebun sawit milik Suherman bin Zubir yang merupakan tanah warisan yang dijual kepada terlapor pada tahun 2006,”terangnya saat diwawancarai usai sidang.

Sementara itu, Pengacara tergugat, Rahmansyah SH dan rekan saat diwawancarai mengatakan, pada persidangan dengan nomor perkara 22/Pdt.G/2020/PN Mre, pihaknya optimis bahwa akan memenangkan perkara dengan bukti serta saksi saksi yamg dimiliki.

“Sebelum melakukan gugatanbkepada klien kita, pihak perusahaan mengatakan bahwa tamah milik klien kami masukndalam HGU perusahaan. Dan mereka mau mengganti rugi lahan klien kami seharga Rp 450 juta. Dan itu hanya untuk tanam tumbuh,” terangnya.

Tapi kami yakin, lanjut Rahmansyah, bahwa kliennya akan memenangkan haknya. “Sidang ditunda pada Jumat (26/02) nanti dengan agenda melihat lokasi langsung,” pungkasnya.

Sementara itu, Terlapor Evianizar saat diwawancarai mengatakan, dirinya memiliki bukti kuat akan kepemilikan lahan seluas empat heltat yangbberada tidak jauh dari lokasi PT BSP. “Sayang sudah sejak 2007 mengusahakan tanah tersebut dengan menanami karet. Memang seblumnya juga sudah merupakan kebun karet saat saya membeli dari Suherman. Dan itu sudah menghasilkan terus hingga saat ini,” ujarnya.

Terakhir Evanizar berharap kepada majelis hakim untuk memiyuskan perkara ini dengan seadil adilnya. “Jangan kami rakyat kecil ini seperti tidak memiliki daya karena harus berhadapan dengan perusahaan. Padahal jelas yang disengketakan ini adalah hak kami,” pungkasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : muara enim

Komentar