2 Des 2019 19:10

Pelaku Sempat Telepon Istri Sebelum Mengubur Dan Mengecor Korban

Pelaku Sempat Telepon Istri Sebelum Mengubur Dan Mengecor Korban

Kaganga.com, Palembang - Melalui rekonstruksi kasus pembunuhan Apriyanita (50), seorang PNS Kementerian PU yang dilakukan oleh Yudi Tama Redianto (50), terungkap fakta baru dalam kasus pembunuhan tersebut. Hal tersebut dilihat dari tersangka Aci alias Nopi (DPO) yang sempat menelpon istriya sebelum mengubur korban.

Sebanyak 63 adegan rekontruksi yang dilakukan, tersangka Aci alias Nopi (DPO) yang mengubur dan mengecor jenazah korban ternyata sempat menelpon istrinya usai beraksi.

Nopi dalam sambungan telpon itu memberitahukan lokasi tempat ia menguburkan jenazah Aprianita kepada istrinya. Dari keterangan itu penyidik akhirnya melakukan penggalian hingga mendapatkan jenazah korban.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani mengatakan, ada dua informasi yang mereka dapatkan sebelum mengetahui lokasi penguburan. Informasi pertama dari masyarakat menyebutkan jika dikubur tak jauh dari lokasi pondok milik Nopi. Kemudian informasi kedua, didapatkan dari pengakuan tersangka Nopi sendiri yang saat ini sedang buron.

"Tersangka Yudi saat mengantarkan uang Rp 1,3 Juta untuk Nopi di TPU kandang kawat sempat bertanya. Dikubur dimana ?(korban), lalu tersangka menujukkan disana (di belakang pondok). Tersangka Nopi juga menelpon istrinya dengan mengatakan jika dikubur di belakang pondok, sehingga langsung dilakukan penggalian," kata Yustan saat menggelar rekontruksi di TPU Kandang Kawat Palembang,Senin (2/12/2019).


Yustan menjelaskan, dari hasil rekontruksi serta pengakuan dua tersangka Yudi dan Ilyas, penyidik tak menemukan banyaknya perbedaan dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sehingga, dalam waktu dekat berkas perkara pembunuhan sadis tersebut akan dilimpahkan ke pihak kejaksaan untuk di sidang.

Menurut Yustan, sejauh ini mereka baru mengamankan Yudi dan Ilyas (26). Sementara, dua pelaku lagi, Nopi dan Amir masih dalam pengejaran.

"Seluruh Polda sudah kita sebar foto dua tersangka, untuk mempersempit ruang gerak mereka. Kami imbau lebih baik menyerahkan diri, karena akan kami cari sampai dapat," tegas Yustan.

Yudi dan Ilyas pun dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman maksimal hukuman mati. Sebab, dari hasil pemeriksaan, pembunuhan itu telah direncanakan tersangka Yudi secara matang.

"Sampai pelaksanaan eksekusi, sampai menguburkan korban di TPU kandang kawat. Semuanya sudah direncakan tersangka.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Aprianita  ditemukan petugas, setelah pelaku utama Yudi Tama Redianto (50) ditangkap. Dari keterangan tersangka, polisi sempat melakukan penggalian selama tiga hari dibeberapa lokasi berbeda. Setelah lima kali penggalian di TPU Kandang Kawat, polisi akhirnya berhasil menemukan jenazah korban,  Jumat (25/10) kemarin. 

Hasil pemeriksaan, motif Yudi membunuh korban dilatarbelakangi utang sebesar RP 145 Juta. Dimana korban ditipu oleh tersangka untuk pembelian satu unit mobil jenis Toyota Kijang Innova tahun 2016 di Jakarta.

Merasa kesal ditagih, Yudi akhirya membunuh korban secara sadis. Ia pun menyewa Ilyas yang telah ditangkap untuk menjerat leher Aprianita hingga tewas, setelah sebelumnya lebih dulu diberikan minuman bercampur obat tetes mata.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Rekonstruksi

Komentar