28 Mar 2020 21:00

Penadah Dan Spesialis Curanmor Jemaah Salat Jumat Ditembak Polisi

Penadah Dan Spesialis Curanmor Jemaah Salat Jumat Ditembak Polisi

Kaganga.com, Palembang - Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil membekuk tiga orang pelaku yang terlibat pencurian sepeda motor (curanmor) yang biasa mengincar jemaah salat Jumat.


Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono didampingi Kanit Ranmor, Iptu Novel menerangkan, tiga orang tersangka bernama Ego (25), Aldi (19) dan Kadir (43) memiliki peran berbeda.


"Tersangka Ego dan Aldi bertugas mencuri sepeda motor. Sementara tersangka Kadir menjadi penadah barang hasil curian," terang Nuryono saat mengadakan press release, Sabtu (28/3/2020).


Nuryono menjelaskan, dalam melancarkan aksi curanmor, Ego dan Aldi mengincar sepeda motor jemaah salat Jumat yang terparkir di luar masjid.


Nuryono mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan data dari kedua tersangka. Aksi kedua tersangka tersebut diduga dilakukan di beberapa wilayah di Palembang.


"Kedua tersangka memanfaatkan situasi area parkir tempat ibadah yang tanpa penjagaan. Saat itulah kedua tersangka mencuri sepeda motor jemaah," jelas Nuryono.


Aksi terakhir kedua tersangka yaitu mencuri sepeda motor di rumah warga di Kecamatan Ilir Barat (IB) I pada Jumat (27/3) lalu.


"Jadi ada beberapa lokasi dimana kedua tersangka melakukan curanmor. Kami masih mendalami dugaan komplotan dan lokasi curanmor lainnya," tegas Nuryono.


Sementara tersangka Kadir yang bertugas menadah sepeda motor hasil curian, ditangkap setelah polisi melakukan pengembangan terhadap kedua tersangka Ego dan Aldi.


Ketiga tersangka terpaksa dilumpuhkan petugas karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap.


"Penadah juga tentu kita proses karena turut membantu aksi pencurian," kata Nuryono.


Selain ketiga tersangka, polisi mengamankan barang bukti kejahatan berupa dua unit sepeda motor matic, satu lembar STNK sepeda motor dan beberapa unit handphone yang juga diduga hasil pencurian.


"Dua tersangka curanmor dijerat Pasal 363 tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun. Begitu juga penadahnya, kena Pasal 481 Junto Pasal 480 KUHP tentang keterlibatan atau ikut menikmati hasil curian dengan ancaman hukuman penjara 5 tahun," papar Nuryono.


Menurut tersangka Aldi yang merupakan residivis mengaku terpaksa mencuri sepeda motor karena terdesak kebutuhan ekonomi.


"Cari uang buat keluarga. Ayah sudah tidak ada, meninggal dunia," kata dia.


Sementara tersangka lainnya, Kadir yang bertugas menadah hasil curian mengaku menjual sepeda motor dengan harga bervariasi.


"Motor matic saya jual harganya antara Rp 1,5 juta sampai Rp 1,8 juta. Saya cuma dapat jatah Rp 300 ribu," katanya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Curanmor

Komentar