7 Jun 2021 18:45

Polres OKI Gelar Press Release Lima Kasus Menonjol yang Terungkap Mei 2021

Polres OKI Gelar Press Release Lima Kasus Menonjol yang Terungkap Mei 2021

Kaganga.com,OKI - Polisi Resort (Polres) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) gelar press release ungkap lima (5) kasus menonjol terjadi di wilayah hukum Polres OKI yang dapat diungkap pada Bulan Mei tahun 2021.

Acara ini dipimpin lansung oleh Kapolres OKI, AKBP Alamsyah Pelupessy, SH, S.Ik, M.Si, didampingi pejabat Polres OKI lainnya di depan Gedung Aipda Aprizal Sat Reskrim Polres OKI, Senin (07/06).

"Jadi dari lima kasus tersebut ada yang terjadi pada tahun 2020, tapi dapat kita ungkap pada Mei 2021 diantaranya, pencurian besi penyangga jembatan jalan Tol Kapal-betung, penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, menyetubuhi anak di bawah umur, pembunuhan berencana dan yang terakhir percobaan pencurian dengan kekerasan,"jelas kapolres OKI.

Kasus pertama ungkap Kapolres OKI, pencurian besi penyangga jembatan jalan tol yang terjadi di Km 332-450 tol Kayuagung-Kramasan pada 21Mei 2021 yang lalu.  

Dalam melakukan aksinya lanjutnya, para pelaku mengunakan klotok (perahu ketek), lalu para pelaku memotong besi jembatan penopang jalan tol mengunakan mesin gerinda, selanjutnya untuk dijual kepengepul rongsokan.

"Dalam kasus ini ada 6 orang pelaku, namun 2 orang masih dalam pengejaran (DPO). Kita berhasil amankan 4 orang pelaku, juga 2 unit sepeda motor untuk membawa besi, berikut besi penyangga jembatan jalan tol hasil curian, sebagai barang bukti,"ungkapnya.

Lanjut Kapolres OKI, kalau untuk dua kasus pembunuhan yang terjadi di 2 kecamatan berbeda di Kabupaten OKI, itu pelakunya sama-sama masih ada hubungan darah sama korbannya. 

"Untuk kasus pembunuhan berencana yang terjadi di Desa Kayulabu Kecamatan Pedamaran timur, itu dipicu perselisih paham, korban tak lain adalah saudara pelaku sendiri. Untuk pelaku ini kita kenakan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara,"ujarnya.

Sementara, kasus pembunuhan yang terjadi di Kecamatan SP. Padang Kabupaten OKI, ini kasusnya terkait harta warisan. 

"Pelaku utamanya kita tangkap di Daerah Jakarta Timur pada 1Juni 2021. Lalu, untuk pelaku ini kita kenakan Pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,"jelasnya.

Masih kata Kapolres OKI, selanjutnya terkait kasus menyetubuhi anak di bawah umur, yang terjadi di Kecamatan Cengal, pada Juni 2020 lalu. Pelakunya merupakan ayah tiri korban. Terungkapnya kasus ini, karena korban hamil dan melahirkan. Lalu, dilaporkan oleh paman korban ke Polsek Cengal diteruskan ke Polres OKI.

"Pelakunya sudah kita amankan dan kita kenakan Pasal 81 UU RI No 35 Tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun ditambah sepertiga, jadi 20 tahun penjara, karena ini merupakan orang tua tirinya. Dari pengakuan pelaku, dirinya menyetubuhi korban sebanyak tiga kali,"katanya.

Sementara untuk kasus yang terakhir, ungkap Kapolres OKI, adalah kasus percobaan pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Kecamatan Pampangan pada 28 Mei 2021.  Modusnya ini tergolong baru di Kecamatan Pampangan, karena pelaku dalam melakukan aksinya dengan cara mengusapkan Balsem ke mata korbannya.

Lanjut Kapolres OKI, para pelaku sudah mengetahui rutinitas korban menyetorkan uang ke Bank BRI Pampangan dengan jumlah yang cukup banyak. Bahkan, dari salah satu pelaku tak lain adalah teman dekat korban. Ketika pada saat korban ingin menyetorkan uang hasil usahanya sebanyak Rp. 180.000.000,-. Lalu, para pelaku menjalankan aksinya dengan cara memepet dan menghadang kendara korban, lalu mengusap balsem ke mata korban. 

"Pelaku ini berjumlah 3 orang, Alhamdulillah berkat dibantu warga kita berhasil mengamankan 2 orang pelaku pada sore harinya. Lalu, untuk 1 orang lainnya masih dalam pengejaran (DPO). kita juga mengamankan berikut barang bukti, satu unit Mobil, satu unit motor yang digunakan pelaku dan satu tas untuk korban membawa uang. Para pelaku ini kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara," tuturnya.

Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Inesalk

Tag : Kriminal

Komentar