7 Jun 2018 17:30 | 100

Saat Jam Sahur, Truk Batubara Seruduk Rumah Warga

Saat Jam Sahur, Truk Batubara Seruduk Rumah Warga

Kaganga.com, Muara Enim - Armada truk angkutan batu bara masih jadi momok menakutkan bagi masyarakat kabupaten Muara Enim. Kali ini truk batubara BG 8515 IA menyeruduk dua rumah warga milik Rusmida (55) dan Syahrul (48) di Jalan Lintas Tengah tepatnya di dusun IV desa Gunung Megang Luar kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, Rabu pagi (6/6) sekitar pukul 03:00 wib.
Meski tak menelan korban jiwa, akibat peristiwa ini mengakibatkan dua buah rumah rusak berat, serta satu orang luka berat, dan dua orang luka ringan.
Dari informasi yang berhasil dihimpun di lapangan truk angkutan batu bara dengan BG 8515 IA yang dikemudikan oleh Sugiarto warga Belimbing ini berangkat dari arah Muara Enim menuju arah Palembang dengan muatan angkutan yang melebihi kapasitas mendadak keluar jalur perlintasan. Sehingga menambrak rumah Rusmida (55) warga dusun IV desa Gunung Megang Luar kecamatan Gunung Megang dan Rumah Syahrul (48) warga setempat.
Salah satu korban Syahrul saat diwawancarai di lokasi kejadiaan menerangkan truk tersebut menabrak rumah mereka sekitar pukul 03.00 wib pada jam makan sahur.
Menurutnya truk tersebut terlebih dahulu menabrak sebuah tiang PLN sampai roboh dan menyebabkan wilayah tersebut mengalami mati lampu total.
"Usai menabrak tiang baru menabrak kedua rumah kami dan menyebakan satu orang dari anak Rusmida yang bernama Imam mengalami luka berat,"kata Syahrul.
Menurutnya korban diperkirakan mengalami patah tulang dan dua korban lainnya anak korban mengalami luka ringan yang diakibatkan ditimpa oleh reruntuhan tembok dan batu bara.
"Kejadiaannya sekitar pukul 3 fajar waktu istri saya memasam untuk sahur. Tiba-tiba dinding rumah kami roboh dan ambruk ditabrak mobil batu bara ini dan dua orang anak saya luka memar akibat reruntuhan tembok dan batu bara yang ada di mobil tersebut," terang Syahrul yang masih terlihat shok.
Sementara itu korban lainya Rusmida mengharapkan agar pengusaha transportir batu bara tersebut bertanggung jawab atas kejadiaan yang menimpa keluarganya. Korban juga perusahaan dapat mengganti rugi kerusakan yang dialami rumah mereka serta membiayai biaya pengobagan putranya Imam (35) yang mengalami memar pada bagiaan Dada dan paha akibat kejadiaan tersebut.
"Saya minta pihak teansportir bertanggung jawab atas rusaknya rumah kami dan biaya pengobatan putra kami yang mengalami luka dibagiaan dada dan paha saat ini sudah di rujuk ke RS Bunda Prabumulih,"jelasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Truk Batubara Tabrak Muara Enim

Komentar