5 Feb 2020 19:00

Tiga Tahun Buron, Pelaku Pengeroyokan Dan Pembunuhan Supporter SFC Ditangkap

Tiga Tahun Buron, Pelaku Pengeroyokan Dan Pembunuhan Supporter SFC Ditangkap

Kaganga.com, Palembang -  Setelah tiga tahun melarikan diri alias buron atas kasus pengeroyokan Supporter kesebelasan Srwijaya FC (SFC) , Andian Sanata (22) akhirnya diamankan anggota Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Kaganga.com, Andian merupakan satu dari sembilan orang pelaku yang melakukan tindakan pengeroyokan hingga menewaskan Naga Nirwana pada 13 Oktober 2016 lalu.

Beberapa hari setelah pengeroyokan, korban mengembuskan nafas terakhir setelah sempat dirawat di rumah sakit.


Saat itu polisi berhasil menangkap beberapa pelaku pengeroyokan, namun beberapa pelaku masih ada yang buron termasuk Andian.


Saat diinterogasi petugas, Andian mengaku kabur ke Bandung, Jawa Barat, setelah tahu korbannya meninggal dunia.

"Saya kabur ke Bandung selama enam bulan. Setelah itu kembali lagi ke Palembang," kata Andian saat diinterogasi petugas, Rabu (5/2/2020).


Selama dalam masa pelarian, Andian mengaku pada orang tuanya ingin mencari rezeki di daerah rantauan.


Andian mengaku ia bekerja menjadi kuli bangunan bersama rekan-rekannya yang juga berasal dari Palembang di kota pelarian tersebut.


Saat pulang ke Palembang pada pertengahan 2017, menurut Andian, kedua orang tuanya belum tahu jika anak mereka salah satu pelaku pengeroyokan anggota supporter.

"Saya selama di Palembang kerja serabutan dan orang tua belum tahu kalau saya ikut mengeroyok orang," ujarnya.

Penyelidikan kasus tewasnya anggota supporter terus berlanjut hingga ditangkaplah tiga orang pelaku bernama Erwin, Diki dan Angga.


Seiring waktu berjalan, informasi keterlibatan Andian dalam pengeroyokan supporter tersebut sampai juga ke telinga kedua orang tuanya. Atas kejadian tersebut, kedua orang tuanya terutama sang ibu menyarankan agar putra sulungnya itu menyerahkan diri kepada pihak berwajib, namun Andian membantah keterlibatannya.


Andian yang bersikeras tak ingin menyerahkan diri, akhirnya mengalami gejolak jiwa saat ibu dan saudara perempuannya menjadi korban kecelakaan Bus Sriwijaya di Liku Lematang, Pagaralam, pada 23 Desember tahun lalu.


Ibunda Andian, Imas Fitria Aprianti  berusia 40 tahun dan adik bungsunya
Raisa Aprilia berusia 4 tahun merupakan dua dari 35 korban kecelakaan tersebut.


"Ibu dan adik saat itu hendak pulang ke Palembang setelah menghadiri hajatan keluarga di Bengkulu," ujar Andian.


Ia mengatakan, setelah kepergian ibu dan adiknya, Andian mengaku mengalami gejolak jiwa begitu luar biasa. Di satu sisi ia ingin menyerahkan diri, namun di sisi lain ia tak ingin dipenjara.


Pada 27 Januari lalu, Andian kembali ke Palembang dari tempat ia bekerja di Lampung. Ia mengaku ingin menyerahkan diri sesuai pesan mendiang ibu dan mengaku pasrah jika harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Polisi yang mendengar kabar kepulangan Andian, langsung bergerak menuju kediaman pelaku di Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami. Andian pun berhasil ditangkap setelah buron selama tiga tahun lebih.


Kepada petugas, Andian mengakui perbuatannya ikut menganiaya supporter hingga tewas.


"Ketika itu saya pukul korban pakai helm sebanyak dua kali. Tapi kalau pelaku yang lain pakai batu dan kayu," ucapnya.


Andian mengatakan penganiayaan yang berujung maut itu, dipicu kesalahpahaman antara ia dan korban serta beberapa anggota supporter lainnya.


"Korban kami keroyok di parkiran motor dekat tribun utara stadion saat pulang nonton bola," kata Andian.


Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kanit Pidum, Iptu Marinus Ginting melalui Kasubnit Pidum, Ipda Andrian mengatakan, pelaku saat ini masih diperiksa guna penyidikan lebih lanjut.


"Pelaku yang sudah kita tetapkan tersangka ini masih kita periksa untuk mencari para pelaku pengeroyokan lainnnya yang belum ditangkap. Tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, ancaman hukumannya bisa di atas lima tahun penjara," jelas Andrian.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Buronan sfc suporter

Komentar