5 Jun 2018 20:15

Truk Batubara Dapat izin Melintas, Warga Pertanyakan Sikap Polres

Truk Batubara Dapat izin Melintas, Warga Pertanyakan Sikap Polres

Kaganga.com, Muara Enim - Warga perumahan Griya Lestari, Grojokan 5 dan 6 lakukan penghadangan truk batubara yang melintas di dalam Kota Muara Enim jalan Triton menuju jalan lintas tepatnya depan Pemda Muara Enim. Penghadangan tersebut lantaran keresahan warga lantaran jalan yang dilintasi memang tidak ada izin untuk dilintasi truk batubara milik PT GPP.


Alhasil Senin (4/5) sekitar pukul 22.30 WIB warga hadang 10 unit truk batubara yang melintas di jalan kabupaten dalam kota kuburan cina pelitasari kelurahan pasar 1. Batubara milik PT GPP tersebut sebelumnya sudah mendapat izin dispensasi melintasi jalan kabupaten melalui Transad, Trans unit 6, penanggiran. Namun kenyataannya perusahaan memaksakan diri melintas akses jalan dalam kota jalan Triton kuburan cina menuju jalan lintas Sudirman (depan pemda).


Dalam penghadangan tersebut truk sarat muatan mendapat pengamanan oleh kepolisian Polres Muara Enim yang dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Irwan Andeta. Pada malam itu juga truk dan supirnya diamankan untuk dimintai keterangan.


Ketua Rt 04, Andi meminta agar permasalahan ini segera ditindak dan jangan ada main mata. "Kami ini hanya rakyat kecil, kami sangat terganggu kalau memang ada truk batubara yang melintasi di jalanan yang dilakukan penghadangan tersebut," ujarnya.


Lanjutnya, truk batubara tersebut sudah mendapat izin melintasi jalan kabupaten yakni melalui Transad, Trans unit 6 dan Penanggiran. "Ini malah memaksakan diri melintas akses jalan dalam kota, jalan kuburan cina menuju jalan lintas Sudirman. Jelas perusahaan sudah menyalahi aturan dan melanggar izin dispensasi bupati, " bebernya.


Menanggapi hal tersebut, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono didampingi kabag Ops Kompol Irwan Andeta, mengatakan supir sudah dimintai keterangan berkaitan dengan penghadangan tersebut. "Kalau untuk melintas memang dianjurkan dari polres dengan alasan keamanan dan itu bukan selamanya," ujarnya.


Semua sudah di amankan dan dikawal untuk menghindari terjadinya konflik sehingga tidak berkepanjangan. "Untuk penghadangan jelas itu merupakan pelanggaran, jelas saya tidak akan tinggal diam untuk itu," terangnya.


Lanjutnya, hal ini juga masuk dalam atensi pimpinan dimana daerah polda Sumsel termasuk tinggi dalam hal premanisme. "Saya tidak ingin ada orang luar yang masuk dan mengatasnamakan warga lalu meminta uang dari pengguna jalan," tukasnya.


Beredarnya isu bahwa PT GPP milik Kapolri sehingga Polres Muara Enim membackup penuh perusahaan dibantah keras oleh Kapolres, tidak benar terlebih ada yang mengira bahwa tindakan ini di bekingi oleh kepolisian. "Tidak ada itu semua, karena ini dilakukan semata mata untuk menjaga keamanan, dan jangan sampai terjadi konflik," pungkasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Truk Batubara

Komentar