11 Feb 2020 19:00

Waspada!! Jalur Hitam Distribusi Narkoba Asal Malaysia Masuk Sumsel  

Waspada!! Jalur Hitam Distribusi Narkoba Asal Malaysia Masuk Sumsel  

Kaganga.com, Palembang - Provinsi Sumatera Selatan teryata masih menjadi pasar empuk bagi pemasaran narkotika dari luar negeri. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Selatan, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan. Selain itu, ia mengungkapkan jalur perdagangan narkoba asal Malaysia tersebut hingga bisa masuk ke Sumatera Selatan.   

"Sumsel sangat banyak pasokan narkoba dari luar luar negeri, ini yang terus kita setop. Tahun lalu misalnya, untuk narkotika jenis sabu, kami berhasil mengamankan total 165 kilogram sabu. Meningkat jauh dibanding tahun 2018, dimana kami mengamankan sebanyak 34 kilogram sabu," jelas Jhon kepada wartawan di Markas BNNP Sumsel, Jakabaring, Selasa (11/2/2020).   

Dijelaskan jenderal bintang satu itu, narkotika dari luar negeri kebanyakan berasal dari Malaysia.    Jaringan narkoba internasional pun memanfaatkan letak geografis dan akses yang cukup mudah antara Malaysia dan Pulau Sumatera, dalam mengedarkan narkoba   "Malaysia, Batam hingga ke Sumsel kan dekat," kata Jhon.    Alasan kemudahan akses itulah membuat narkoba dari negeri jiran masuk ke Indonesia, khususnya Sumatera Selatan melalui jalur darat dan laut.   

"Kalau dari jalur darat, setelah lewat Pulau Batam dan menyeberang ke Provinsi Riau, peredaran narkoba secara estafet melalui Provinsi Jambi dan tiba di Sumsel. Para kurir terkadang bersiap di setiap provinsi hingga narkoba sampai ke Sumsel," ungkap Jhon.   

Tidak hanya itu, Jhon menjelaskan perdaran narkoba lewat jalur laut. Ia mengatakan narkoba didistribusikan juga melalui Pulau Batam, menyusuri perairan di pantai timur Sumatera hingga ke Selat Bangka. Seperti kurir narkoba hasil tangkapan TNI AL di Perairan Sungai Lais, Banyuasin, pada 28 Oktober tahun lalu.    "Seperti halnya narkoba 79 kilogram dari Malaysia juga yang ditangkap tahun lalu, kurirnya nelayan," papar Jhon.   

Khusus jalur laut, peredaran narkoba memanfaatkan kapal tunda dan kapal nelayan yang menjemput narkoba di tempat-tempat, dermaga maupun pelabuhan tertentu.    

"Kalau jalur laut, dia (peredaran narkoba) ship to ship (dari kapal ke kapal). Makanya BNN melibatkan banyak pihak, di antaranya TNI AL dan Bea Cukai," kata Jhon.

Penulis : Nandoenk
Editor : Achmad Fadhil

Tag : BNN Sumsel

Komentar