8 Okt 2019 18:35

Yogi Sempat Menganiaya Sebelum Membunuh Jay

Yogi Sempat Menganiaya Sebelum Membunuh Jay

Kaganga.com, Palembang - Sebelum melakukan tindakan pembunuhan terhadap Jauhari alias Jay di bawah jembatan Ampera, Yogi Saputra ternyata sempat melakukan aksi penganiayaan terhadap korban Jay.


Hal itu terungkap pada saat digelarnya rekontruksi oleh Kepala Unit (Kanit) Pidana Umum (Pidum), Iptu Ginting dilakukan sebanyak 13 adegan di halaman parkir Polrestbes Palembang Selasa,(8/10/2019).


Dalam rekonstruksi, pelaku sambil minum tuak sempat memukul kepala korban dengan gelas yang telah habis diminumnya. Hal tersebut terlihat pada saat pelaku memperagakan adegan ke-4 saat rekonstruksi. Hal itu disaksikan oleh dua orang saksi Yuniar merupakan istri tersangka dan temannya Dinda.


Lalu pada adegan ke 5 kembali memukul korban dengan gelas. Lantas di adengan ke 6 almarhum sempat mendorong dada pelaku dengan kedua tangannya sehingga pelaku termundur kebelakang, sambi berkata "kau ni kurang nian" dan dijawab oleh pelaku "ini nah kau omong kurang ajar.


Pada adengan ke 7 pelaku mencabut senjata tajam jenis pisau dari pinggang sebelah kiri dan menusukannya ke paha kanan korban sebanyak satu kali.


Kemudian korban berlari ke arah bawah jembatan Ampera dan tersangka membuang senjata tajam kabur ke Pasar 10 Ulu. Sampai adegan terakhir adengan ke 13 almarhum sempat di larikan warga ke rumah sakit.


"Korban itu nangih hutang dengan saya. Makanya kami sempat cekcok mulut, lalu saya pukul pakai gelas dan saya tusuk. Itu karena saya kesal dan khilaf,"kata Yogi Saputra.


Kanit Pidum, Iptu Ginting mengatakan pelaku ditangkap tidak lama saat melakukan pembunuhan. Dia menegaskan sebagai aparat keamanan pihaknya tidak segan segan menindak masyatakat yang nekat melanggar hukum terlebih lagi sampai menghilangkan nyawa korban.


"Saya himbau agar masyarakat khususnya Palembang harus lebih menahan emosi. Apabila sudah sampai seperti ini tentunya akan kita tindak untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,"tegasnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Reka ulang

Komentar