8 Jul 2020 15:15

Bernuansa Sungai Musi, Tempat Makan Ini Bakal jadi Pilihan Millenial  

Bernuansa Sungai Musi, Tempat Makan Ini Bakal jadi Pilihan Millenial  

Kaganga.com, Palembang - Menghadirkan tempat makan yang menarik dan bagus untuk berswafoto, Tempat makan Gardenta Resto dan New Town Coffee di Palimo Junction Jalan Kolonel Haji Burlian km 5 Palembang menawarkan konsep taman dengan desain perahu kayu yang mengedapankan suasana Sungai Musi didalamnya. 

Supervisor Palimo Junction Edward Yusrizal mengatakan, pengelola lokasi memang sengaja memberikan suasana yang berbeda dari restoran lain. Apalagi pasar pengunjung saat ini, mencari tempat makan dengan tampilan aksesoris unik. 

"Kalau desain karena Palembang sangat erat dengan sungai. Makanya ada perahu-perahu. Kemudian ada konsep tenda dan lesehan untuk membuat nyaman pengunjung. Kita di sini memilih desain tema taman yang sejuk banyak dikelilingi tanaman hijau," katanya. 

Meski belum grand opening, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan soft opening pada tanggal 1 Juli 2020, untuk memperkenalkan restoran berkonsep pelestarian perairan Kota Palembang. 

"Kita juga menyediakan spot untuk foto, karena tren sekarang selain menu makanan yang lezat, lokasi juga jadi pertimbangan tamu berkunjung," bebernya. 

Untuk menu yang tersedia, pihaknya menawarkan ragam makanan nusantara, western bahkan ragam menu khas Kota Palembang. Di Gardenta Resto, ekor ikan tenggiri jadi makanan paling populer. Sedangkan di New Twon Coffee, mie aceh jadi favorit. "Harga masih terjangkau dari Rp30-200 ribu," ujarnya. 

Memiliki luas 6 hektar, lokasi ini menyediakan ruangan khusus, live musik bahkan room meeting bagi para karyawan yang ingin melakukan pertemuan membahas pekerjaan ataupun menyelenggarakan even-even dan acara perayaan. 

"Sistemnya reservasi, setiap ruangan punya kapasitas berbeda dengan batas pemesanan minimun. Contoh kalau ingin makan di perahu kayu, minimal order untuk 10 orang atau sekitar booking Rp1 juta," jelasnya. 

Lebih lanjut, Palimo Junction mulai buka dan melayani pegunjung pukul 07:00 sampai 23:00 WIB dengan menerapkan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan COVID-19. 

"Situasi pandemik kita sudah standar kesehatan, 30 pegawai memakai face shiled, masker dan sarung tangan. Kita juga menyediakan tempat cuci tangan yang banyak," tambahnya.  

Hingga selesai dan beroperasional, kata Edward, lokasi Palimo Junction membutuhkan pembangunan selama 6 bulan.

Pihaknya juga selain menawarkan desain, bakal konsisten melayani pengunjung dengan baik. Sehingga tamu tertarik untuk kembali hadir menikmati suasana dan puas dengan kelezatan menu yang tersedia. 

"Benar, tidak bisa dipungkiri adanya persaingan, tapi kami yakin kalau pelayanannya berkesan dengan ramah dan makanan kita memang enak. Pasti tamu dateng lagi. Untuk tempat, karena unik kita percaya desain perahu kayu dari kayu jati bisa jadi modal ketertarikan pengunjung," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Niaga

Komentar