9 Okt 2019 23:25

BI Sumsel Musnahkan 6.818 Lembar Upal

BI Sumsel Musnahkan 6.818 Lembar Upal

Kaganga.com,Palembang - Bank Indonesia hari ini, Rabu (09/10/2019) memusnahkan uang palsu sebanyak 6.818 lembar dengan nominal lebih dari 5 miliar. Uang tersebut dipastikan merupakan uang palsu yang beredar di masyarakat sejak tiga tahun lalu di Provinsi Sumsel.

Disaksikan pihak Kejati dan Polda Sumsel, pemusnahan ini dilakukan di kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kota Palembang.

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Yunita Resmi Sari mengatakan, Dari temuan 6.818 uang palsu tersebut yang terbanyak adalah pecahan nominal 100.000, yakni sebanyak 3.662 lembar, sisanya diikuti pecahan lain mulai dari 50.000 sebanyak 2.719 lembar, 20.000 sebanyak 412 lembar, 10.000 sebanyak 82 lembar dan 5.000 sebanyak 25 lembar.

"Jika di Nominalkan Uang palsu tersebut senilai Rp 511.015.000 atau lebih dari setengah miliar", terang dia, Rabu (09/10/2019).

Lanjut dia, uang rupiah palsu tersebut diserahkan oleh perbankan maupun masyarakat langsung kepada bank sentral. Menurutnya, temuan ribuan lembar uang palsu selama tiga tahun terakhir itu tergolong sedikit.

"Untuk memeriksa keasliannya, kami memerlukan waktu karena harus dikirimkan ke Kantor BI di Jakarta dan setelahnya perlu mendapatkan penetapan dari Pengadilan Negeri," ungkapnya.

Selain itu, dalam pemberantasan Upal BI juga berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi, Kementerian Keuangan dan Badan Intelijen Negara (BIN). "Upaya pemberantasan uang palsu merupakan salah satu bentuk dari upaya kita menjaga uang rupiah sebagai lambang NKRI," katanya.

"Sosialisasi juga kita lakukan ke seluruh segmen masyarakat, mulai dari pelajar, akademisi, profesional dan petugas teller perbankan sebagai garda terdepan penerima uang dari masyarakat," bebernya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Dewa Nyoman mengatakan, sejauh ini belum ada tersangka yang menjalani atas kasus peredaran uang palsu di Sumsel.

"Biasanya uang palsu itu beredar di dunia malam, seperti hiburan malam. Termasuk juga menjelang hari besar keagamaan, itu sangat rawan sekali," tutupnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Bank Indonesia Uang Palsu

Komentar